Kasus Pasar Waimangura, Calon Bupati SBD Berhalangan Hadir Berikan Kesaksian di Pengadilan

saksi tidak bisa menghadiri sidang di Pengadilan Tipikor Kupang karena sedang melakukan kampanye pilkada di SBD.

Kasus Pasar Waimangura, Calon Bupati SBD Berhalangan Hadir Berikan Kesaksian di Pengadilan
ISTIMEWA
Fransisco Bessi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Oby Lewanmeru

POS KUPANG.COM, KUPANG - Markus Dairo Talu (MDT) salah satu saksi dalam kasus dugaan korupsi Pembangunan Pasar Waimanggura di Sumba Barat Daya (SBD) tahun 2015 berhalangan hadir di persidangan.

MDT yang adalah salah satu calon Bupati SBD ini belum memenuhi panggilan untuk bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang karena masih melakukan kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) di daerah tersebut.

Penasihat Hukum, Thomas Didimus Ola Tokan, Fransisco Bernando Bessi, S.H,M.H, Sabtu (24/2/2018) mengatakan, MDT adalah salah satu saksi fakta yang akan bersaksi bagi kliennya, Thomas Ola Tokan.

"Sidang lanjutan pemeriksaan saksi yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis (22/2/2018) tidak dihadiri oleh saksi Dairo Talu (MDT, red)," kata Fransisco.

Baca: Sidang Kasus Pasar Waimangura, Jaksa Hadirkan Lima Saksi

Dikatakannya, sesuai surat yang dikirim oleh saksi MDT kepada jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Waikabubak menyebutkan saksi MDT tidak bisa menghadiri sidang di Pengadilan Tipikor Kupang karena sedang melakukan kampanye pilkada di SBD.

Baca: Kampanye di Kampung Wano Milla-SBD, Dokter Ini Ajak Warga Menangkan Paket Kontak

Untuk diketahui, pembangunan Pasar Waimangura di SBD dibangun tahun 2015 dengan anggaran sebesar Rp 4,9 Miliar. Dalam kasus ini terdapat dua terdakwa, yakni Robby Chandra selaku Kontraktor dan Thomas Didimus Ola Tokan, ST. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help