Apakah Esthon Foenay dan Christian Rotok Belum Berbuat?

ESTHON-CHRIST sudah berbuat untuk NTT. Bukan baru menjanjikan ini dan itu.

Apakah Esthon Foenay dan Christian Rotok Belum Berbuat?
istimewa
Isidorus Lilijawa 

SURVEY LSI bulan Januari 2018 kemarin yang menempatkan pasangan ESTHON-CHRIST unggul jauh atas pasangan cagub dan cawagub lain dalam hal popularitas dan elektabilitas. Hasil survey ini ternyata memunculkan persepsi publik NTT soal persoalan-persoalan mendasar mendesak yang harus segera ditangani.

Catatan saya, ada tiga soal utama: pembanguna desa dan kelurahan, pembangunan infrastruktur, asuransi kesehatan untuk masyarakat. Bahkan, publik menilai masalah yang paling mendesak adalah pembenahan dan perbaikan infrastruktur jalan.

Di saat para cagub dan cawagub lain sibuk mengkampanyekan 'akan' akan dan akan melakukan' pembenahan terhadap tiga isu utama di atas, pasangan ESTHON-CHRIST tidak menjanjikan banyak hal. Hal ini karena memang mereka sudah berbuat banyak hal untuk NTT khususnya dalam tiga aspek soal di atas. Esthon selaku Ketua DPD Partai Gerindra NTT terus mendorong dan mendukung pembangunan infrastruktur serta kesehatan di NTT melalui dua kadernya yang saat ini duduk di Senayan.

Esthon menggunakan tangan, mulut, pikiran dan hati kader-kader Gerindra ini untuk berjuang bagi NTT. Fary Francis dan Pius Lustrilanang adalah dua kader Gerindra, wakil rakyat NTT yang sudah berjuang dan memperjuangkan tiga persoalan utama NTT itu.

Fary Francis adalah Ketua Komisi V DPR RI. Komisi V bermitra dengan Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Desa. Melalui komisi ini, banyak program dan pembangunan infrastruktur yang sudah dibangun. Infrastruktur jalan nasional dibenahi. Jalur-jalur baru didukung yang masuk dalam jalur strategis nasional seperti jalan Nurobo-Malaka, jalur sabuk merah di wilayah perbatasan, jalan-jalan menuju tempat wisata. Jalur jalan menuju Nihiwatu di Sumba, menuju Danau Kelimutu, akses jalan di Labuan Bajo.

Selain itu, ratusan embung dibangun, bendungan-bendungan didukung, pelabuhan dan dermaga dibangun seperti pelabuhan Hansisi Semau. Ia juga mendatangkan kapal ferry untuk melayari Kupang-Semau; Kupang-Naikliu. Jalan Poros Tengah Kabupaten Kupang dibangun. Bandara- bandara di NTT dibenahi.

Berkaitan dengan pembangunan desa, beliau mendukung implementasi dana desa dengan penekanan pendamping desa harus dari desa setempat dan menggagas pelibatan lembaga agama dalam tata kelola dana desa. Pembangunan rumah-rumah swadaya didukung dan rusunawa untuk kampus diperjuangka. Seorang Esthon setiap saat dalam perjumpaan dengan Fary Francis selalu ingatkan hal ini: Teruslah melayani dan membangun infrastruktur di seantero republik ini, tetapi jangan lupa kampung halaman NTT. Mumpung ketua komisi dari NTT, maka harus diberi prioritas dan porsi lebih dalam pembangunan infrastruktur baik program maupun anggaran.

Pius Lustrilanang adalah kader Gerindra yang juga Wakil Ketua Komisi IX yang menangani kesehatan. Melalui dirinya, Esthon selalu meminta agar pembangunan sarana kesehatan ditingkatkan dan promosi-promosi kesehatan ibu dan anak terus dilakukan. Tidak heran, banyak rumah sakit dan puskesmas di NTT dibangun. Anggaran kesehatan meningkat. Asuransi kesehatan digagas dan diperjuangkan. Kerja sama dengan BPJS ditingkatkan dan didorong lebih menjangkau orang2 kecil di pelosok-pelosok desa.

Apakah Esthon belum berbuat? Tidak. Esthon sudah melakukan banyak untuk memecahkan tiga persoalan NTT: pembangunan desa, pembangunan infrastruktur dan pembangunan kesehatan. Ia tidak mengumbar-umbar janji selangit untuk apa yang akan ia lakukan. Ia mempertegas apa yang sudah dilakukan dan melanjutkan program-program itu secara lebih masif ketika dipercayakan rakyat NTT memimpin NTT lima tahun ke depan.

Jadi, tak usah ragu memilih ESTHON-CHRIST. Sudah berbuat untuk NTT. Bukan baru menjanjikan ini dan itu. Mari berjuang bersama untuk NTT lebih baik bersama ESTHON-CHRIST. NTT mencari pemimpin. Bukan sekadar pemimpi-pemimpi. **

Penulis: Sipri Seko
Editor: Sipri Seko
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help