Sudah Jadi Korban Pelecehan, Alat Kelamin Anak Ini Malah Disetrika Ayahnya, Kondisinya Menyedihkan

Dr Hussain Al Shamarani mengungkapkan, bagaimana ayah itu mencari pertolongan dan dia benar-benar percaya, dia telah melakukan hal yang benar.

Penulis: Vika Widiastuti | Editor: Vika Widiastuti
Metro/Getty
Ilustrasi 

POS-KUPANG.COM - Seorang ayah di Arab Saudi tega menyetrika alat kelamin anak laki-lakinya.

Hal itu dilakukan ayah tersebut setelah mendengar cerita dari anaknya jika dia telah mengalami pelecehan.

Hal itu diungkapkan oleh seorang psikolog.

Baca: Foto Anies Baswedan Pantau Ketinggian Air, Netizen Pertanyakan Kejanggalan Ini

Psikolog di Arab Saudi itu mengklaim, jika ayah tersebut telah berbicara kepadanya setelah 'menghukum' anaknya itu.

Dr Hussain Al Shamarani mengungkapkan, bagaimana ayah itu mencari pertolongan dan dia benar-benar percaya, dia telah melakukan hal yang benar.

Psikolog tersebut mengatakan, pria itu telah menyetrika alat kelamin putranya dengan setrika panas.

Sebab, anaknya mengatakan, sekelompok remaja telah melakukan pelecehan padanya.

Dr Al Shamarani kemudian membagikan kisah tragis ini secara online untuk menunjukkan korban pecehan seksual di negara tersebut diperlakukan.

"Orang ini datang untuk meminta nasehat saya, tidak tahu, tindakan yang dia lakukan telah membuat lebih banyak kerusakan dan kesejahteraan mental anaknya," katanya menurut Stepfeed.com dikutip dari Metro pada Kamis (8/2/2018).

Ilustrasi
Ilustrasi (Metro/Getty)

"Ada begitu banyak kasus serupa, di mana orang tua menggunakan hukuman terhadap seorang anak karena pelecehan atau hanya memilih tidak maju untuk membantu mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan untuk bangkit dari kejadian itu," terangnya.

Segera setelah, psikolog tersebut menggungah kejadian itu di Twitter, banyak orang yang mengutuk tindakan ayah itu.

Seorang pengguna Twitter menulis, "Ketidaktahuan adalah bencana besar. Ayah ini tahu, dia tidak akan dihuum atas tindakannya. Inilah sebabnya mengapa kejadian serupa akan selalu terulang."

Yang lain menambahkan, "Beberapa orang tidak cocok menjadi orang tua."

Baca: Inilah Sosok Josefina Agatha Syukur, Perempuan Asal Manggarai NTT Yang Dampingi Ahok

"Inilah cara otak mereka diprogram untuk menyalahkan korban yang dilecehkan," kata yang lain.

Beberapa orang meminta pihak berwenang untuk bertindak untuk menangani kasus serupa.

(Tribunnews/Vika Widiastuti)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved