Bupati Kupang Kesal Terhadap Pemprov Lambat Tangani Longsor di Ikanfoti

Kerusakan jalan di Ikanfoti sudah lama. Mestinya sudah ditangani Pemprov NTT tanpa harus menunggu ada korban dahulu.

Bupati Kupang Kesal Terhadap Pemprov Lambat Tangani Longsor di Ikanfoti
POS KUPANG
Ayub Titu Eki 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Edi Hayon

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Bupati Kupang, Ayub Titu Eki kesal terhadap Pemerintah Provinsi NTT karena lamban menangani kerusakan jalan provinsi di Ikanfoti, Desa Oben, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang.

Menurut Titu Eki, kerusakan jalan di Ikanfoti sudah lama. Mestinya sudah ditangani Pemprov NTT tanpa harus menunggu ada korban dahulu.

Titu Eki segera menyurati Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT agar melakukan penanganan darurat sehingga arus transportasi bisa berjalan aman dan lancar.

Jalan ini merupakan jalur utama warga di beberapa kecamatan yang menggunakan kendaraan roda empat maupun enam, memanfaatkannya untuk menjual hasil pertanian dan perkebunan ke Kota Kupang.

Namun, kondisinya saat ini terancam longsor dan sesungguhnya bukan baru tahun ini ancaman ini terjadi, tetapi sudah sejak lama.

Seharusnya Pemprov NTT sudah memperbaiki jalur ini agar warga tidak kesulitan.

"Saya memang agak kesal karena jalan itu tidak ditangani segera oleh provinsi. Sebagian besar warga dari Amarasi Barat juga beberapa warga di kecamatan sekitar, selama ini memanfaatkan jalan itu. Nah kalau putus, warga mau lewati jalur yang mana. Makanya saya akan surati provinsi (Dinas PUPR NTT,Red) supaya segera tangani," katanya, Selasa (24/1/2018).

Titu Eki juga mengakui kalau masyarakat Tunbaun pernah dirinya menyampaikan agar mengajukan surat usulan pembukaan jalan baru sehingga tidak terlalu mengharapkan pada jalan provinsi di Ikanfoti tersebut.

Warga bisa membuka jalur alternatif melalui bukit Soba menuju ke Baumata sehingga ketika jalan di Ikanfoti putus maka warga bisa melewati jalur alternatif itu.

Halaman
12
Penulis: Edy Hayong
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help