Begini Janji Kepala Syahbandar Tenau Kupang Soal Pemerasan Terhadap Penumpang Kapal

Saat tiba di Pelabuhan Tenau, Jefri diterima Pelaksana Harian (Plh) Kepala Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP)

Begini Janji Kepala Syahbandar Tenau Kupang Soal Pemerasan Terhadap Penumpang Kapal
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Anggota Komisi IV DPRD NTT, Jefri Un Banunaek (kiri) berbincang dengan Plh Kepala Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Tenau Kupang, Yudi saat sidak, Kamis (18/1/2018). 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Anggota Komisi IV DPRD Provinsi NTT, Jefri Un Banunaek melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Tenau Kupang, Kamis (18/1/2018). Jefri meminta otoritas pelabuhan dapat menciptakan kondisi aman dan nyaman bagi semua pengguna jasa pelabuhan.

Jefri ke pelabuhan bersama pimpinan Dinas Perhubungan NTT yang diwakili Kepala Seksi Badan Usaha Angkutan Pelayaran, Tonny dan seorang staf Bidang Angkutan Pelayaran, Santo, serta dua pendamping dari Komisi IV DPRD NTT, Bernard Male dan Agus Lay. Mereka tiba di sana pukul 14.00 Wita.

Saat tiba di Pelabuhan Tenau, Jefri diterima Pelaksana Harian (Plh) Kepala Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP), Yudi dan Antonius Nitbani. Jefri mengatakan, kunjungannya ke Pelabuhan Tenau menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kenyamanan terutama ketika kapal menurunkan dan menaikkan penumpang.

"Saya datang untuk koordinasi dan komunikasi dengan otoritas pelabuhan sehingga bersama stakeholder terkait di pelabuhan bersama menjaga kenyamanan pengguna jasa," kata Jefri.

Baca: Penumpang Kapal Sering Diperas di Pelabuhan Tenau dan Bolok Kupang, Inilah Pelakunya

Kepada Plh KSOP Tenau, Yudi, politisi PKPI asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) ini menyampaikan keluhan pengguna jasa pelabuhan pada 15 Januari 2018.

"Ada warga yang keluhkan mengenai kondisi yang dialami ke media massa, bahkan laporan itu sudah viral di media sosial. Karena itu, saya datang untuk koordinasi, apalagi dalam waktu dekat akan ada pertemuan di DPRD NTT yang juga membahas masalah di pelabuhan," kata Jefri.

Ia menjelaskan, penumpang dari KM Umsini itu membawa bayi berusia 11 bulan dan ketika hendak turun, ada keluarga yang menjemput, namun tidak diizinkan petugas untuk masuk menjemput ke kapal.

"Tetapi saat bersamaan ada banyak orang yang masuk ke dalam dermaga dan kapal. Jadi kehadiran kami di sini untuk klarifikasi," ujar Jefri.

Jefri mengharapkan agar otoritas pelabuhan serius menyikapi hal ini sehingga pengguna senang dan nyaman. "Presiden RI sudah mencanangkan tol laut, karena itu kita sama-sama harus perhatikan kondisi ini. Apa artinya tol laut lalu kondisi pelabuhan kita tidak mendukung kenyamanan dan keamanan," tegas Jefri.

Halaman
12
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved