Waduh! Ternyata Para Tamu Yang Berkunjung ke Pantai Ratenggaro Diperlakukan Seperti Ini

Masalah keamanan menjadi penting saat wisatawan mengunjungi tempat tertentu. Ini yang terjadi di Sumba Barat Daya

Waduh! Ternyata Para Tamu Yang Berkunjung ke Pantai Ratenggaro Diperlakukan Seperti Ini
Pos Kupang/Petrus Piter
Ketua perhimpunan pramuwisata indonesia tingkat SBD, Yohanes Lede Dangga (kedua dari kiri) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM | TAMBOLAKA - Ketua perhimpunan pramuwisata Indonesia tingkat Kabupaten Sumba Barat Daya, Yohanes Lede Dangga, mengeluhkan kondisi keamanan saat berkunjung ke Kampung Ratenggaro dan Pantai Ratenggaro, Sumba Barat Daya.

Pasalnya, hampir beberapa kali mengalami gangguan keamanan dengan para penjaga kampung dan penjaga pantai Ratenggaro terkait pungutan saat mengantar tamu berkunjung ke lokasi pariwisata itu.

Yohanes Lede Dangga, menyampaikan hal itu pada pertemuan forum komunikasi pengembangan pariwisata SBD yang juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata SBD, Christofel Horo, S.H di Vila kawona, Kecamatan Kota Tambolaka, Rabu (3/1/2018).

Yohanes meminta pemerintah menata lokasi obyek wisata tersebut termasuk keamanannya sehingga para tamu betah dan nyaman berada di lokasi obyek wisata itu.

Menurutnya, kalau kondisi keamanan kurang kondusif dapat dipastikan wisatawan bakal tak berkunjung lagi ke lokasi itu.

Yohanes memberi contoh, tiga hari lalu saat mengantar tamu berkunjung ke kampung Ratenggaro dan pantai Ratenggaro, kembali mengalani persoalan sama.

Para tamu dipajak membayar lebih dari karcis masuk Rp 10.000 per kepala menjadi Rp 50.000 per kepala. Bahkan anak-anak muda membawa kuda dan memaksakan tamu menyewa kuda itu.

Ternyata tamu tidak mau. Saat itu, pemilik kuda memarahi tamu dengan nada kasar. Kondisi itu tentu membuat para tamu menjadi tidak nyaman.

Terhadap hal itu, Kepala Dinas Pariwisata SBD, Christofel Horo, S.H berjanji akan memberi perhatian serius terhadap masalah keamanan di Ratenggaro.

Ia berjanji akan meminta tokoh masyarakat di kampung itu untuk mengkoordinir keamanannya. Mudah-mudahan ke depan lebih baik.

Katanya, perhatian keamanan tidak hanya kampung dan pantai Ratenggaro tetapi lokasi obyek wisata secara umum. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help