Pilgub NTT
Ini Alasan Raymundus Fernandes Mundur dari PDIP dan Partai yang Jadi Incarannya
Sikap ini diambil Raymundus karena PDIP dinilai tidak lagi mempertahankan nilai dan ideologi partai.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Agustinus Sape
Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Teni Jenahas
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandes, menyatakan secara resmi mundur diri dari jabatan Ketua DPC sekaligus keluar dari keanggotaan PDIP.
Sikap ini diambil Raymundus karena PDIP dinilai tidak lagi mempertahankan nilai dan ideologi partai.
Raymundus mengatakan hal itu kepada wartawan, Selasa malam (19/12/2017).
Menurut Raymundus, pengunduran dirinya dari jabatan ketua DPC karena kerja kerasnya selama kurang lebih 20 tahun untuk membesarkan partai justru tidak bernilai bagi PDIP.
Sebagaimana diketahui, sebelum penetapan calon gubernur NTT oleh DPP PDIP, beberapa kader PDIP dijagokan, di antaranya Raymundus Fernandes yang saat ini Bupati TTU, Kristo Blasin, dan Lucia Adinda Lebu Raya.
Namun, akhirnya, DPP PDIP menetapkan pasangan Marianus Sae dan Emi Nomleni sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur NTT untuk mengikuti pilgub NTT 2018.
Oleh karena itu, Raymundus menggambil sikap yang jelas untuk keluar dari PDIP.
Baca: Mantap! Megawati Umumkan PDIP Usung Marianus Sae-Emilia Nomleni
Raymundus akan menyampaikan secara resmi soal pengunduran dirinya kepada DPP PDIP.
Raymundus tetap menghargai keputusan partai yang menetapkan calon gubernur NTT ke tangan Marianus Sae dan Emi Nomleni.
Namun Raymundus juga mengharapkan kepada PDIP untuk menghargai pilihan politiknya.
Dalam waktu dekat ia akan menyampaikan partai di mana dia hendak bergabung. (*)