Kegemukan Itu Tidak Sehat. Simak Analisis Ketua Persatuan Diabetes Indonesia Cabang Kupang Ini
Penyebab utama kegemukan dan obesitas adalah ketidakseimbangnya energi, antara kalori yang dikonsumsi dan
Oleh: Andreas Fernandez
Ketua Persatuan Diabetes Indonesia Cabang Kupang
POS KUPANG.COM -- Dua miliar penduduk dunia mengalami kegemukan (Kompas,5/11/2007) . Anak usia 7 tahun menderita diabetes tipe 2 (Kompas 10/11/2017). Penyakit akibat kegemukan telah merambah anak dan remaja.
Penyebab utama kegemukan dan obesitas adalah ketidakseimbangnya energi, antara kalori yang dikonsumsi dan kalori yang digunakan. Penyebab ketidakseimbangan dapat disebabkan peningkatan asupan makanan berenergi dengan kandungan lemak yang tinggi dan penurunan aktivitas fisik. Perubahan pola aktivitas ini berhubungan dengan jenis pekerjaan, perubahan mode transportasi, dan peningkatan urbanisasi.
Penumpukan lemak yang berlebihan pada bagian tubuh orang obesitas digambarkan seperti buah apel atau pear. Obesitas dibagi dua, tipe buah apel atau obesitas atas dan tipe buah pear atau obesitas bawah.
Obesitas tipe apel, lemak lebih banyak pada pinggang dan pinggul. Tipe ini banyak terdapat pada laki-laki dan wanita menopause, sedangkan tipe obesitas buah pear atau gynoid terjadi penumpukan lemak di paha dan bokong. Obesitas gynoid banyak terdapat pada wanita.
Obesitas tipe apel lebih berbahaya dibandingkan dengan tipe pear. Obesitas tipe apel beresiko terhadap penyakit hipertensi, diabetes mellitus,dan peningkatan kolesterol.
Pada orang dengan tipe obesitas apel lemak di daerah perut memberi efek buruk bagi kesehatan karena menghasilkan asam lemak bebas yang mengganggu metabolisme tubuh tubuh terutama pada hati.
Jumlah lemak di perut secara kasar dihitung dengan mengukur lingkar perut. Pada orang Asia Pasifik lingkar perut laki laki 90 cm dan wanita 80 cm sebagai batasnya.
Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2015 , prevalensi obesitas di dunia meningkat hampir dua kali lipat antara tahun 1980 -2008 , bahkan pada tahun 2014 terdapat 1,9 miliar orang dewasa di atas 18 tahun mengalami kelebihan berat badan dan 600 juta adalah obesitas.
Di Indonesia , prevalensi obesitas menunjukan angka yang mengkawatirkan. Menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, sebanyak 18,8 persen anak usia 13-15 alami kelebihan berat badan dan 10,8 persen menderita obesitas. Usia 16-18 tahun 5,7 persen gemuk dan 1,6 persen obesitas. Obesitas pada laki laki usia lebih dari 18 tahun meningkat dari tahun 2007 13,9 menjadi 19,7 persen di tahun 2013.
Efek dari kegemukan
Penyebaran lemak di seluruh tubuh dapat menimbulkan gangguan pada organ tubuh yang dilingkupinya. Lemak di sekitar ginjal menekan ginjal dan menyebabkan darah tinggi, lemak yang berada di sekitar saluran nafas akan menekan saluran nafas hingga menyebabkan sumbatan saluran nafas saat tidur.
Lemak yang berkumpul pada daerah sendi menyebabkan kerusakan sendi seperti pada osteoartritis.
Pada orang yang obesitas terdapat gangguan pada insulin berupa hiperinsulinemia dan resistensi insulin. Gangguan pada insulin disebabkan adanya asam lemak bebas, penumpukan sel sel lemak dan berbagai faktor inflamasi menyebabkan gangguan pada kerja insulin. 80 Persen pasien diabetes adalah obesitas. Meskipun tidak semua pasien obesitas akan menjadi diabetes.
Resistensi insulin yang terjadi dapat menyebabkan gangguan pada pembuluh darah di jantung dan otak sehingga dapat menyebabkan penyakit jantung koroner dan stroke.