Lipsus Sunat Tradisional

"Tukang Sunat tahu Perempuan yang Biasa Terima untuk Sifon Pertama"

Sifon juga dijalani pria dewasa yang masih muda (lajang). Jonathan Alunpah menuturkan, waktu untuk ritual sunat tidak sembarangan.

ewhoknow.com
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM -- Tokoh adat Desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat, Jonathan Alunpah menjelaskan sunat tradisional umumnya dilakoni laki-laki dewasa yang sudah berkeluarga sehingga saat akan pergi ke tukang sunat pria tersebut harus berpamitan kepada istri dan anak-anaknya.

"Harus pamit sebab dia tidak bisa langsung kembali ke rumah setelah sunat. Dia tunggu sampai selesai sifon. Jadi bisa sampai tiga minggu atau satu bulan untuk kembali ke rumah," urainya.

Sifon juga dijalani pria dewasa yang masih muda (lajang).
Jonathan Alunpah menuturkan, waktu untuk ritual sunat tidak sembarangan.

Menurut adat setempat harus dilakukan pada saat jagung mulai berbulir yang mengandung makna wajah si laki-laki yang disunat akan bersinar.

Itulah sebabnya pada musim jagung berbulir kaum wanita di TTS serta daerah lain di Pulau Timor enggan bepergian sendirian karena khawatir menjadi "korban" sifon.

"Dulu, tukang sunat biasa sudah tahu perempuan mana yang biasa terima untuk sifon pertama, sehingga bisa langsung diarahkan. Tetapi kaum perempuan juga selalu waspada pada musim sunat. Sebab biasanya ada yang menggunakan obat (guna-guna) untuk memikat kaum perempuan," kata Jonathan.

Dia menjelaskan, alat yang dipakai saat sunat tradisional bukan pisau melainkan dua bilah bambu atau ekor kuda yang dirancang khusus. Tukang sunat juga menyiapkan ramuan untuk mengurangi rasa sakit. "Sunat medis sekarang menggunakan pisau sehingga dipotong sekaligus dan tidak lama," jelasnya.

Kepada Pos Kupang di kediamannya, Jumat (15/1/2016), Ketua Sunat Tradisional Kabupaten TTS, Alex Sanam, menjelaskan, tradisi sunat masih dijalani kaum pria di daerah tersebut. Namun, praktik sifon (berhubungan badan dengan perempuan pasca sunat) sudah tidak diwajibkan lagi. (meo)

Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com  atau http://kupang.tribunnews.com

Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang

Editor: Alfred Dama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved