• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Pos Kupang

Apron Bandara Ende Terlalu Sempit

Rabu, 26 Februari 2014 19:07 WITA
Apron Bandara Ende Terlalu Sempit
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
POS KUPANG/PIUS ROMUALDUS Inilah kondisi Bandara Ende saat ini. Gambar diambil beberapa waktu lalu. 

POS KUPANG.COM, ENDE -- Apron (Tempat Pakir Pesawat,Red) di Bandara Haji Hasan Aroboesman Ende dinilai terlalu sempit untuk menampung pesawat yang hendak parkir.
Apron yang ada hanya bisa menampung tiga pesawat pada waktu yang bersamaan, sementara saat ini secara reguler Bandara Ende didarati empat dari lima pesawat sebelumnya.

Kepala Bandara Haji Hasan Aroboesman Ende, Djarot Soebiantoro menjawab Pos Kupang di Ende, Selasa (25/2/2014). Djarot mengatakan kondisi apron yang ada saat ini sudah tidak memadai untuk menampung pesawat,  maka direncanakan  tahun 2014 ini otoritas bandara akan memperluas apron sehingga bisa menampung empat hingga lima pesawat sekaligus.

"Yang ada sekarang ini adalah jika di apron sudah ada tiga pesawat maka pesawat yang keempat harus menunggu dulu agar tidak antre ,"kata Djarot.

Djarot berharap dengan perluasan apron maka ada empat hingga lima pesawat bisa pakir di landasan yang ada. Hal itu tentunya berpengaruh pada daya angkut juga ketepatan waktu kedatangan atau keberangkatan pesawat.

"Terkadang ada pesawat yang harus menunggu sekitar 15 hingga 20 menit agar bisa mendarat,  karena kondisi apron yang  tidak memungkinkan,"kata Djarot.

Direncanakan apron yang akan dibangun itu diperluas ke arah timur dari landasan,  karena di tempat tersebut masih memungkinkan bagi pesawat untuk mendarat.

Menjawab soal masalah warga yang melintas di area bandara, Djarot mengatakan, hal itu bukan lagi menjadi masalah baru namun sudah menjadi masalah klasik.  Pihaknya tetap  mengingatkan warga agar berhati-hati,  karena menyeberang di landasan pacu bisa membahayakan diri sendiri juga orang lain.

"Guna menghindari insiden di landasan pacu maka setiap kali pesawat hendak lepas landas atau landing petugas kami berpatroli keliling area landasan. Hal itu  untuk memastikan bahwa landasan pacu benar-benar aman dari para pelintas atau binatang berupa kambing maupun anjing,"kata Djarot. (rom)

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
148102 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas