Rabu, 6 Mei 2026

Kasus Kematian Aloisius Wadu

Kapolda ke Lembata Setelah Berbicara dengan Para Imam

Kapolres Lembata, AKBP Wresni Haryadi Satya Nugroho, ST memfasilitasi para imam di Lembata untuk berbicara langsung

Tayang:
Editor: Alfred Dama

Laporan Wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Kapolres Lembata, AKBP Wresni Haryadi Satya Nugroho, ST  memfasilitasi para imam di Lembata untuk berbicara langsung dengan Kapolda  NTT di Kupang.

Romo Gusti Iri, Pr mewakili  pendemo berbicara langsung kepada Kapolda NTT di Kupang. Romo Gusti menyampaikan keinginan masyarakat Lembata agar Kapolda harus turun di Lembata.

Hasil komunikasi dengan Romo Gusti, dipastikan bahwa  hari berikutnya Kapolda NTT akan turun ke Lembata, Selasa (21/1/2014)  untuk bertemu dan berdialog dengan forum dan seluruh masyarakat Lembata terkait penuntasan kasus kematian mantan Kadishubkominfo Lembata, Laurens Wadu.

Janji Kapolda  NTT turun hari berikutnya tidak membuat ribuan masyarakat beranjak dari Mapolres Lembata. Mereka memastikan tetap berada di Mapolres Lembata hingga esok harinya (hari ini).

Forum bersama ribuan pendemo pun membangun tenda karena kapolda menjanjikan akan turun hari berikutnya. Meski hujan terus mengguyur Kota Lewoleba,  suster dan imam basah kuyup.

Mereka tetap bertahan dan tidak beranjak dari Mapolres Lembata.
Kapolres Nugroho tetap tenang dan setia bersama  para pendemo. Demikian juga para perwira Polres Lembata, ratusan anggota tetap tenang mengawal jalannya demo. Dari awal sampai akhir, demo berlangsung aman dan damai.

Sebelumnya para imam, biarawan/biarawati, warga dari berbagai agama di Kabupaten Lembata bersama dengan Forum Penyelamat Lewotanah Lembata, Senin (20/1/2014), berdemonstrasi ke Markas Polres (Mapolres) Lembata.

Ribuan masyarakat Lembata itu mendatangi Mapolres Lembata sambil mengusung peti mati dan disemayamkan di halaman Mapolres Lembata. Mereka membangun kemah di halaman Mapolres Lembata untuk menginap menunggu kedatangan Kapolda NTT, Brigjen Polisi  I Ketut Untung Yoga Ana, di Lewoleba.

Aksi solidaritas kemanusiaan untuk  keadilan bagi penuntasan pengusutan aktor intelektual di balik kematian almarhum Aloisius Laurensius Wadu, itu  berlangsung tenang, aman dan damai.

Demonstrasi berawal dari Gereja Beneaux Lewoleba. Umat dari berbagai paroki dengan koordinator para pastor mereka masing-masing sebelum ke Mapolres Lembata berkumpul di halaman Gereja Katolik Santo Beneaux Lewoleba.*

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved