• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 20 April 2014
Pos Kupang

Markus-Dara Jadi Bupati dan Wakil Bupati SBD

Minggu, 11 Agustus 2013 21:08 WITA
Markus-Dara Jadi Bupati dan Wakil Bupati  SBD
POS KUPANG/ALFONS NEDABANG
Kapolres Sumba Barat, AKBP Lilik Apriyanto (tengah), memerintahkan anggota polisi mengamankan data rekapitulasi perolehan suara pasangan calon bupati dan wakil bupati saat sedang berlangsung rapat pleno oleh KPU SBD, Sabtu (10/8/2013) sore. 

POS KUPANG.COM, TAMBOLAKA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menetapkan pasangan calon Markus Dairo Talu, SH-Drs. Dara Tanggu Kaha (paket MDT-DT) sebagai Bupati dan Wakil Bupati SBD terpilih.

Pasangan MDT-DT ini sebagai jawara mendulang suara terbanyak, yakni 81.543 suara atau 47,62 persen dari total suara sah.  MDT-DT unggul atas pasangan dr. Kornelius Kodi Mete-Drs. Daud Lende Umbu Moto (paket KONco OLE ATE) yang meraih 79.498 suara (46,43 persen) dan pasangan Jacob Malo Bulu, BSc-John Mila Mesa Geli, SE, MM (Paket Manis) dengan 10.179 suara (5,94 persen).

MDT-DT unggul di empat kecamatan,  yakni Wewewa Timur, Wewewa Barat, Wewewa Tengah dan Wewewa Selatan.

KONco OLE ATE unggul di enam kecamatan, yaitu Kota Tambolaka, Loura, Kodi Utara, Kodi, Kodi Bangedo dan Kodi Balagar. Sedangkan Paket Manis menang di Kecamatan Wewewa Utara.

Demikian hasil pleno rekapitulasi perolehan suara pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati SBD yang dilaksanakan KPU SBD, Sabtu (10/8/2013). Rapat dipimpin Ketua KPU SBD, Yohanes Bili Kii didampingi empat anggota komisioner.

Rapat pleno dihadiri saksi ketiga pasangan, paket MDT-DT beserta istri masing-masing. Tidak terlihat paket KONco OLE ATE dan paket Manis. Di luar kantor KPU, massa pendukung paket MDT-DT.

Keputusan KPU SBD ini diluar dugaan banyak pihak, termasuk paket KONco OLE ATE. Saksi dari KONco OLE ATE menyatakan menolak hasil pleno rekapitulasi dan penetapan bupati dan wakil bupati terpilih.

Saksi paket KONco OLE ATE, Wildan Samsi Pua Golo mengatakan, telah terjadi penggelembungan suara paket MDT-DT oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Wewewa Tengah dan Wewewa Barat.

Wildan mengungkapkan, data yang dimiliki paket KONco OLE ATE berdasarkan C1KWK PPK Wewewa Tengah yang diperoleh setelah pleno tingkat kecamatan, paket KONco OLE ATE meraih 3.836 suara, sedangkan paket MDT-DT 11.474 suara.

"Tapi tadi yang dibaca PPK Wewewa Tengah, paket KONco OLE ATE meraih 3.339 suara dan paket MDT-DT meraih 22.891 suara. Mohon klarifikasi. Kami minta agar buka kembali C1 KWK," tegas Wildan.

Keberatan yang sama disampaikan Wildan ketika rekapitulasi perolehan suara PPK Wewewa Barat. Data versi PPK Wewewa Barat, paket KONco OLE ATE meraih 2.941 suara, dan paket MDT-DT meraih 23.337 suara.

Data itu berbeda dengan data yang dimiliki paket KONco OLE ATE berdasarkan C1KWK yang juga diperoleh dari PPK Wewewa Barat setelah pleno tingkat kecamatan, yakni paket KONco OLE ATE 3.297 suara dan MDT-DT  dengan 23.151 suara.

Permintaan saksi paket KONco OLE ATE agar dibuka kembali data C1KWK Kecamatan Wewewa Tengah dan Wewewa Barat tidak dituruti KPU. Ketua KPU menyarankan agar keberatan dinyatakan dalam berita acara, sebagaimana diatur oleh tata tertib rapat pleno.

Sikap KPU SBD berbeda dengan ketika menggelar rapat pleno rekapitulasi perolehan suara pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT tingkat Kabupaten SBD beberapa waktu lalu.

Saat itu ketika terjadi selisih data dan dikomplain oleh saksi, KPU SBD bersedia membuka dan menggelar data C1 KWK untuk mencocokan kebenaran. Bahkan KPU SBD bahkan menyandingkan dengan data yang dimiliki Panwaslu SBD.

Dikonfirmasi tentang sikap yang berbeda, Ketua KPU SBD, Yohanes Bili Kii mengakui kekurangan. Ia beralasan rapat pleno tingkat kabupaten merujuk pada data perolehan suara PPK.

Rapat pleno rekapitulasi suara dan penetapan bupati dan wakil bupati terpilih berlangsung tegang. Massa paket MDT-DT memadati halaman luar kantor KPU SBD. Aparat keamanan dari TNI, Brimob dan Polres Sumba Barat siap siaga dengan senjata ditangan.

Rapat yang direncanakan mulai pukul 09.00 Wita molor. Rapat baru dibuka ketua KPU pukul 10.30 Wita. Rapat diwarnai interupsi oleh undangan yang menurut tata tertib tidak memiliki hak suara, tapi ketua KPU membiarkan mereka berbicara.

Selain itu, diwarnai juga aksi walk out saksi paket KONco OLE ATE. Namun dalam perjalanan kembali masuk ruang rapat pleno bersama Daud Lende Umbu Moto, calon wakil bupati dari paket KONco OLE ATE.*

Penulis: Alfon_Nenabang
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
113122 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas