PosKupang/

Kapolda: Ungkap Mata Rantai dan Jejaring 36 TKW Bermasalah

Kapolda NTT, Brigadir Jenderal Polisi Ricky H.P Sitohang memerintahkan Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda NTT,

Kapolda: Ungkap Mata Rantai dan Jejaring 36 TKW Bermasalah
ist
Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Ricky HP Sitohang, SH
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Kapolda NTT, Brigadir Jenderal Polisi Ricky H.P Sitohang memerintahkan Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda NTT, Kombes Pol Sam Kawengian untuk menyelidik dan menelisik kasus dugaan perdagangan orang 36 TKW asal NTT  yang dideportasi dari Malaysia hingga tuntas.

Tuntasnya penanganan kasus itu terukur dengan menjerat seluruh para pelaku yang terlibat dalam mata rantai dugaan perdagangan orang dengan bermodus pengiriman tenaga kerja wanita asal NTT ke luar negeri.

"Ini manusia. Jangan memperdagangkan manusia. Apalagi manusia yang diperdagangkan berada dibawah garis kemiskinan. Masak orang-orang seperti ini menjadi santapan oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Itu namanya tidak benar. Orang-orang yang merekrut memperkaya diri tetapi ujungnya
menyengsarakan masyarakat. Untuk itu harus diusut tuntas semua orang yang terlibat didalamnya," ujar Kapolda Ricky kepada Pos Kupang di Kupang, Jumat (8/2/2013) siang.

Ia menegaskan bila dalam pemeriksaan ada indikasi keterlibatan anggota maka juga tidak akan ditolerir. Seluruh oknum anggota yang terlibat juga akan dibabat dan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Kalau ada anggota saya terlibat proses dan pidanakan sesuai dengan undang-undang. Saya tidak peduli dan tidak tolerir dengan ulah oknum anggota yang nekat terlibat dalam perdagangan orang," jelas Kapolda Ricky.

Bila aparat lain terlibat, Kapolda Ricky tidak akan gentar menghadapinya. Semisal oknum aparat TNI terlibat dalam bisnis perdagangan orang maka Polda NTT akan berkoordinasi dengan Polisi Militer untuk penanganannya.

"Kalau ada keterlibatan maka kami akan serahkan data itu ke POM. Tetapi tentunya harus ada tindak lanjut dalam ranah penegakan hukumnya. Jangan karena memiliki hukum lex spesialis kemudian terbukti mencuri uang sekian milyar hanya dikenakan dua bulan kurungan penjara saja," kata Kapolda Ricky.*

Penulis: alwy
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help