PosKupang/

Sembilan Pastor Ikut Demo Tambang di Ende

Semua kegiatan pertambangan, kecuali tambang gali golongan C di Kabupaten Ende dihentikan sementara.

Sembilan Pastor Ikut Demo Tambang di Ende - Demo_di_Ende_1.JPG
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
TOLAK TAMBANG--Aksi demo menolak tambang sekitar 2.000 warga Ende di depan Kantor Bupati Ende, Senin (14/1/2013).
Sembilan Pastor Ikut Demo Tambang di Ende - Demo_di_Ende_21.JPG
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
TOLAK TAMBANG--Aksi demo menolak tambang sekitar 2.000 warga Ende di depan Kantor Bupati Ende, Senin (14/1/2013).

"Untuk sementara semua aktivitas tambang di Ende dihentikan, terkecuali tambang galian golongan C yang menggunakan tangan  atau skop," kata Vikaris Episkopal (Vikep) Ende, Romo Adolf Keo, Pr, kepada massa pendemo di depan Kantor Bupati Ende, Senin (14/1/2013).

Romo Adolf menyampaikan hal itu kepada sekitar 2.000 orang pendemo tolak tambang di Ende, termasuk sembilan pastor, usai  pertemuan dengan Bupati Ende, Drs. Don Bosco Wangge.

Romo Adolf mengatakan, hasil pertemuan dengan Bupati Ende disepekati bahwa untuk sementara segala aktivitas pertambangan di Kabupaten Ende dihentikan, termasuk aktivitas tambang pasir besi di Nangaba, Kecamatan Ende. Oleh karena itu, Romo Adolf meminta kepada warga Nangaba mengawal proses tersebut.

Di hadapan massa pendemo, Romo Adolf  mengatakan, dalam pertemuan itu tidak dicari siapa yang menang atau kalah, tapi dicari solusi terbaik.  Mendapat penjelasan dari Romo Adolf, ribuan massa yang telah menunggu di depan Kantor Bupati Ende bersorak kegirangan lalu membubarkan diri.

Massa yang bubar juga diikuti ratusan pegawai negeri sipil yang sempat terkurung di Kantor Bupati Ende akibat pintu gerbang dikunci para pendemo untuk pulang ke rumah.

Pantauan Pos-Kupang.Com, sekitar 2.000 warga masyarakat Kabupaten Ende yang datang dari berbagai paroki di Kevikepan Ende menduduki Kantor Bupati Ende, Senin (14/1/2013). 

Akibatnya, aktivitas kantor sempat terhenti karena para pegawai yang ada tidak bisa melakukan kegiatan seperti biasa, justru menonton aksi demo yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Ende.

Demo dimulai pukul 10.00 Wita dan bubar sekitar pukul 17.00 Wita setelah pendemo mendengar keputusan bahwa aktivitas tambang untuk sementara dihentikan, termasuk di kegiatan tambang pasir besi di Nangaba, Kecamatan Ende.

Massa yang datang mengendarai puluhan kendaraan jenis truk dan ratusan sepeda motor sempat berkumpul di Bundaran Bandara Haji Hasan Arobeoesman Ende, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Ende di Jalan El Tari Ende.

Massa terdiri dari berbagai elemen seperti utusan dari sejumlah paroki di Kevikepan Ende, PMKRI Cabang Ende, Stipar Ende, Orang Muda Katolik (OMK) dan  anggota Forum Peduli Kesejateraan Masyarakat (FPKM) Kabupaten Ende.

Halaman
12
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help