Badai Lua Hancurkan Kapal Motor di Perairan Kodi
POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK --- Sebuah kapal motor asal Binjai, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/3/2012) sore pecah dihantam gelombang di perairan Kodi.
Kepala BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya, Daud L Umbu Moto, mengatakan, peristiwa itu terjadi saat kapal berusaha menepi di setelah beberapa malam terombang ambing diamuk gelombang.
Dalam peristiwa itu, tiga awak tewas. Sedangkan nakhodanya, Erwin, selamat. Tiga korban tewas, masing-masing Muliadi, Bahar dan Sabir.
Ia menuturkan, dalam kasus itu, perahu motor naas itu sedang dalam perjalanan dari Binjai tujuan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menangkap ikan.
Ketika mereka hendak memasuki perairan Lombok Timur, tiba-tiba diterjang cuaca buruk. Saat itulah perahu motor itu hanyut terbawa arus dan tiga awak perahu itu tewas.
Hingga saat ini, baru dua korban yang ditemukanm yaitu Bahar dan Sabir. Bahar terdampar di pantai Tosi, Kecamatan Kodi, dan Sabir di pinggir Pantai Marapu, Desa Waimaringi, Kecamatan Kodi Bangedo.
Saat ini, korban sudah dimakamkan di Pero, Kecamatan Kodi, Senin 19/3/2012) sore. Sementara korban selamat atas nama Erwin, ditampung paguyuban Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Waikabubak.
Sekretaris Peguyuban KKSS Sumba Barat, Ahmad Sidig, saat ditemui Pos-Kupang.Com di kediamannya, Selasa (20/3/2012), mengatakan, KKSS juga menampung 7 nelayan asal Binjai, yang terdampar di Pantai Lamboya, Sabtu (17/3/2012) sekitar pukul 03.00 dini hari.
Berdasarkan surat keterangan perjalanan, kapal motor Ardila 02 itu bertolak dari Binjai menuju Lombok Timur, untuk menangkap ikan. Sesampai perairan Lombok Timur justru mereka mendapat musibah angin kencang dan hujan deras.
Gelombang sangat tinggi hingga nakhoda tidak bisa mengendalikan kapal motor. Lima hari lima malam mereka bergulat di laut. Akibat hantaman gelombang besar, bodi kapal bocor. Karena itu, selama lima malam itu, mereka berjuang mengeluarkan air dari kapal.
Namun, naas tiba terjadi ketika kapal itu pecah dihantam hantaman gelombang besar. Mereka pun melompat menyelamatkan diri masing-masing dan semua ABK selamat.
Mendapat informasi bahwa ada nelayan Sulsel yang terdampar, Ahmad ke Lamboya menjemput keenam nelayan itu untuk ditampung di rumahnya.