Bidang Pemuda Buat Program Berbasis Kinerja
KUPANG, POS KUPANG.Com--Bidang Kepemudaan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun kabupaten/kota hendaknya membuat program atau kegiatan yang berbasis kinerja. Kegiatan ini harus bisa dievaluasi, berkelanjutan dan menyentuh langsung kebutuhan pemuda di daerah ini.
KUPANG, POS KUPANG.Com--Bidang Kepemudaan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun kabupaten/kota hendaknya membuat program atau kegiatan yang berbasis kinerja. Kegiatan ini harus bisa dievaluasi, berkelanjutan dan menyentuh langsung kebutuhan pemuda di daerah ini.
Demikian Deputi Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Panca Putra Hamzah, pada pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Kepemudaan dan Kelalhragaan di Hotel Pelangi Kupang, Selasa (29/3/2011) malam. Hadir pada kesempatan itu Asisten Bidang Perekonomian Setda NTT, Andreas Jehalu, Kepala Dinas PPO Propinsi NTT, Ir. Thobias Ully, M.Si, para Kepala Dinas PPO kabupaten/kota se-NTT dan kepala bidang kepemudaan, baik propinsi maupun kabupaten/kota se-NTT.
Hamzah mengatakan, biaya untuk pembangunan kepemudaan saat ini memang sangat minim jika dibandingkan dengan biaya atau dana untuk bidang keolahragaan. Namun demikian, ia berharap agar semua elemen di bidang kepemudaan mampu untuk membuat program kerja atau kegiatan yang berbasis kinerja.
Menurutnya, program yang berbasis kinerja akan dievaluasi setiap tahunnya dan akan dilakukan secara berkelanjutan. Selain itu, program yang dibuat hendaknya langsung menyentuh kebutuhan pemuda. Bidang kepemudaan agar proaktif untuk membuat program-program kerja yang menyentuh dan menjawabi kebutuhan para pemuda saat ini.
Ia mengatakan, saat ini ada tiga undang-undang yang menjadi landasan bagi bidang kepemudaan, yakni Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistim Olahraga Nasional, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan dan Undang-Undang Pramuka.
Dikatakannya, NTT potensial sekali dengan bidang olahraga dan kepemudaan, sehingga ke depan diharapkan terus memacu diri untuk maju. "NTT sangat potensial karena ada sekali banyak pemuda yang dari NTT yang berhasil di tingkat nasional, terutama para atlet. Anggaran sangat minim sehingga silakan bidang kepemudaan berkreatif dan membuat program yang menyentuh pemuda," katanya.
Ia berharap Bidang Kepemudaan Dinas PPO baik propinsi maupun kabupaten/kota agar tidak sekadar membuat program karena proyek tetapi program yang berbasis kinerja.
Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Setda NTT, Andreas Jehalu, mengatakan, keberadaan undang-undang tentang kepemudaan bertujuan mewujudkan pemuda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri dan bertanggung jawab dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Menurutnya, pembangunan bidang kepemudaan dan keolahragaan merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari pembangunan nasional dan pemuda adalah garda terdepan. Untuk itu, katanya, memerlukan fokus dan prioritas program untuk peningkatan kapasitas dan kompetensi serta kreativitas dan kualitas kepedulian pemuda.
Kepala Bidang Kepemudaan, Drs. Semuel Hauteas, mengatakan, raker ini untuk menyamakan persepsi dan sinergisitas program kerja kepemudaan dan keolahragaan antara pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten/kota.
Kegiatan ini, katanya, berlangsung sejak Senin (28/32011) sampai Kamis (31/3/2011). (nia)