Sabtu, 13 Juni 2026

Laporan Ferdy Hayon

Pemprop Diminta Buka Jalur Alternatif

ATAMBUA, Pos-Kupang.Com---Pemerintah Propinsi NTT melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTT diminta segera membuka jalur alternatif di sekitar lokasi longsoran di kawasan Hutan Wemer, Belu. Apabila tidak segera diatasi kondisi longsoran ini, maka roda perekonomian masyarakat di selatan Belu bakal lumpuh.

Tayang:

ATAMBUA, Pos-Kupang.Com---Pemerintah Propinsi NTT melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTT diminta  segera membuka jalur alternatif di sekitar lokasi longsoran di kawasan Hutan Wemer, Belu. Apabila tidak segera diatasi kondisi longsoran ini, maka roda perekonomian masyarakat di selatan Belu bakal lumpuh.

Ketua Komisi C  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Belu, Cyprianus Temu, S.Ip, menyampaikan hal ini kepada wartawan di Atambua, Selasa (1/3/2011).

Temu mengungkapkan, putusnya jalan propinsi di kawasan Hutan Wemer tentu menjadi keprihatinan semua pihak, baik pemerintah propinsi maupun kabupaten.

Kondisi saat ini pasca putusnya jalur itu tanggal 25 Februari 2011 lalu, roda perekonomian ke wilayah selatan Belu lumpuh total. Masyarakat tidak bisa memasarkan hasil pertanian dan perkebunannya ke Atambua, maupun ke Kupang karena transportasi macet.  Untuk itu, kata Temu, langkah yang harus segera diatasi adalah pemerintah harus segera membuka jalur alternatif.

"Komisi C yang membidangi infrastruktur meminta Dinas PU Propinsi NTT berkoordinasi dengan Dinas PU Belu untuk membuka jalur alternatif di sekitar lokasi longsoran. Dengan demikian arus transportasi bisa normal kembali. Memang ada jalan alternatif yang sudah ditawarkan pemerintah kecamatan, tapi kondisi jalannya juga rawan, makanya untuk tahap awal ini perlu dibuka dahulu jalur alternatif di lokasi longsoran sambil tim khusus survai lebih lanjut bagaimana penanganan permanen nanti," kata Temu.

Menyinggung kemungkinan dua jalan alternatif yang ada bisa ditingkatkan menjadi jalan propinsi, Temu mengatakan, untuk meningkatkan jalan kabupaten ke propinsi butuh proses. Untuk itu, langkah paling bijak adalah membuka jalur alternatif di lokasi kejadian seperti yang pernah dilakukan di kawasan Sulit beberapa waktu lalu.  Dengan demikian, masyarakat bisa kembali menjual hasil pertanian dan perkebunan ke luar dari Belu Selatan.

Sebelumnya, Camat Malaka Tengah, Gabriel Seran, mengatakan, sejak jalan longsor kebanyakan APMS dan SPBU tutup karena tidak ada cadangan minyak. Masyarakat berharap ada  perhatian dari  Dinas Pekerjaan Umum NTT dalam penanganan darurat ataupun perbaikan akses jalan di Wemer itu.

"Ada empat titik kerusakan dan tingkat kerusakan paling berat di tiga titik, satu di antaranya yang longsor saat ini dengan kedalaman patahan 1-2 meter. Untuk akses jalan alternatif  sementara ini dari Betun  ke Litamali, Halibot, Halibauk tiba di Boas. Selain itu, dari Kateri ke Kaputu, Uabau, Kapitan Meo ke batas Belu-TTU di Nurobo. Memang ada beberapa titik yang rusak tapi dengan jalan yang sudah ada tinggal saja diperbaiki saja," kata Gabriel.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, hujan yang mengguyur wilayah Belu dalam beberapa pekan  menyebabkan jalan propinsi di Hutan Wemer, Kecamatan Malaka Tengah dan di Fulur, Kecamatan Lamaknen, juga  di Pebulak, Kecamatan Lamaknen Selatan putus. Akses kendaraan roda empat di dua wilayah ini macet total sehingga para penumpang hanya bisa estafet kendaraan untuk melanjutkan perjalanan ke Atambua atau sebaliknya.(yon)
 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved