TOPIK
Renungan Harian Katolik
-
Dalam bacaan pertama hari ini (1 Samuel 1:24-28), Hana membawa anaknya, Samuel, ke bait Allah dan menyerahkan dia kepada Tuhan.
-
Hati Maria diliputi kegembiraan karena dia mengakui Allah sebagai Juruselamatnya; dia mengakui Allah sebagai yang menyelamatkan.
-
Konsekuensi sebuah persoalan adalah tanggung jawab yang tak terelakkan. Jika ada masalah, sudah pasti hukuman menyusul.
-
Kalau anda mimpi buruk berdoalah supaya anda tidak mimpi buruk lagi. Kitab Suci berkisah tentang seorang pria yang bermimpi.
-
Fokus kita hari ini beralih dari seruan pertobatan Yohanes Pembaptis menuju ketaatan tulus dari Bunda Maria dan Santo Yusuf.
-
Maria sendiri sempat bertanya, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi?..... karena aku belum bersuami ” (Luk. 1:34)
-
Nasib dan harapan hidup hamba bergantung penuh pada majikan atau para tuan yang menguasai mereka. Nasib hidup mereka tidak menentu.
-
Bacaan dari Nabi Yesaya dan Injil Lukas mengungkapkan keajaiban penggenapan janji Allah, yang memberi harapan kepada umat manusia
-
Sungguh, Maria memiliki hati yang terbuka terhadap Allah dan segala rencana-Nya. Ada beberapa hal yang menjadi bukti kuat keterbukaan Maria.
-
Buah cinta selalu merupakan anugerah, diberikan oleh Allah, yang adalah sumber kehidupan dan Pencipta kehidupan baru.
-
Ketika kita ragu akan kuasa Tuhan dalam hidup, hendaknya kita menarik diri dari keramaian untuk lebih fokus mencermati kebenaran janji Tuhan
-
Bacaan dari Kitab Hakim-Hakim dan Injil Lukas menggambarkan bagaimana Allah bekerja melalui situasi yang tampaknya tidak mungkin
-
Yusuf akhirnya memutuskan untuk mengambil jalan tengah, yakni ia bermaksud menceraikan Maria secara diam-diam
-
Kelahiran Yesus memang bersifat unik dan berbeda dari kelahiran biasa sorang anak manusia yang normal
-
marilah kita berdoa agar kita dapat membuka hati untuk menerima karya Roh Kudus dan mengikuti rencana Tuhan
-
Hari ini kita mengawali Pekan Khusus Adven. Bacaan-bacaan Kitab Suci dipilih secara khusus untuk mengantar umat Allah dalam mengarahkan hati
-
Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kej 2:18). Tuhan Allah mengambil rusuk dari manusia itu dan membangun
-
Momen ini bukan hanya tentang sejarah, tetapi juga tentang bagaimana rencana keselamatan Allah terwujud melalui perjalanan panjang umat-Nya.
-
Perilaku anak yang tidak taat, nakal mendapat kutukan banyak orang dan memiliki masa depan yang suram bahkan mendapat celaka
-
Bangsa Israel adalah bangsa terpilih. Wajar bila orang Israel berbangga akan status ini, yang sudah terbukti dan teruji selama ratusan sejarah
-
Di dalam bacaan pertama hari ini (Zef. 3:1-2, 9-13), Zefanya menyerukan pertobatan kepada umat yang telah menyimpang dari jalan Tuhan.
-
Semoga dalam masa adven ini, kita lebih rendah hati dan terbuka dihadapan Tuhan. Mari dengan hati yang tenang menyambut kedatangan Tuhan
-
Tanpa kebajikan dan kearifan budi yang murni kita bisa terjebak dalam menentukan pilihan yang tepat.
-
Apakah kita bersedia membuka hati dan pikiran untuk menerima kebenaran yang Tuhan tunjukkan
-
Yakobus mengajak kita sabar seperti petani menanti panen. Tuhan tidak selalu mengangkat kita segera dari masalah
-
Kalau dahulu Yesus datang dan hanya mengajar dengan kata-kata, barangkali pengaruhNya tidaklah luar biasa.
-
Mimpi hidup indah dan bahagia tak selamanya digapai tanpa tantangan dan pergumulan hebat dalam hidup ini.
-
Yohanes, meskipun telah menjalankan panggilannya, menghadapi keraguan yang alami ketika berada dalam masa sulit.
-
Sukacita Advent bukan kegembiraan yang meledak-ledak, melainkan kegembiraan yang matang oleh kesabaran.
-
Perilaku manusia yang mendatangkan penderitaan bahkan hukuman adalah sikap mengabaikan, acuh tak acuh dan kehilangan rasa ketidakpeduliannya