TOPIK
Renungan Harian Kristen
-
Sukacita juga seperti alarm yang mengingatkan ketika ada rasa kuatir dan mengubahnya menjadi aktivitas berdoa dan bersyukur.
-
Dia sajalah yang kekal dan tidak berubah, Dia satu-satunya yang berkuasa memberi batas atas waktu hidup kita.
-
2025 akan segera berlalu, jika Tuhan membawa kita ke 2026, jadilah bijaksana dengan mengisi waktu bersama Tuhan. Amin!
-
Yudas tidak bertindak sendiri. Ia mengajak saudara- saudaranya yang masih berjuang dan bertahan menjaga hidup benar.
-
Ajaran sesat yang dimaksudkan bukan hanya terkait doktrin atau masalah teologis, melainkan
terutama penyimpangan moral.
-
Kedua, Imanuel, Allah beserta kita, adalah nama yang melekat pada Yesus, pribadi kedua Allah Tritunggal.
-
Allah memilih mereka untuk berjumpa langsung dengan Juruselamat di hari tua.
-
Kedua, kita boleh yakin bahwa keputusan yang kita ambil adalah benar,hanya jika kita tahu Allah campur tangan di dalamnya.
-
Namun di balik dari kebijakan politik yang tidak menyenangkan ini, sesungguhnya Allah sedang bekerja untuk menggenapi firman-Nya.
-
Bukan kita yang pertama-tama membawa damai, tetapi damai itulah yang membawa kita datang bersama-sama ke Rumah Tuhan.
-
Di masa pemerintahan raja Salomo, bibit perpecahan bertumbuh, dan setelah Salomo meninggal, kerajaan Israel terpecah.
-
Kota Sion, kota Daud, menjadi pusat penyembahan seluruh umat Tuhan, dan tanda kehadiran Allah bagi umat-Nya.
-
Saat ia lahir dan diberi nama sesuai nama dari Tuhan, Zakharia yang bisu selama sembilan bulan, diizinkan Tuhan menjadi sembuh.
-
Maria bukan sekedar menyanyi atau mengutip syair dari pujian Hana, tetapi Maria menyanyikan
pujian berisi kata-kata dari firman Tuhan.
-
Maria tetaplah seorang manusia biasa, tidak bebas dari dosa, tetapi mendapatkan anugerah dari Allah, seperti orang lain.
-
Terkait dengan gambaran pertama dan kedua, Yesus adalah Anak Allah yang datang sebagai Juruselamat dan terbesar.
-
Roh Kudus berkuasa atas pribadi Maria dan menganugerahkan keberanian untuk menerima
perkataan malaikat Gabriel dengan iman.
-
Dari respons Zakharia ini kita juga belajar bahwa Allah memilih seseorang bukan karena ia sempurna dalam iman, pengharapan, dan kasih kepada Allah.
-
Tetapi pada orang yang takut akan Tuhan, mereka mengutamakan nama Tuhan yang ditinggikan ketika mereka berbicara.
-
Tetapi saat yang sama mereka menilai Allah dari berapa banyak “keuntungan” ibadah yang mereka dapatkan kembali.
-
Ketiga, pasangan suami-istri tidak lagi saling mengasihi dan setia sehingga mereka memilih bercerai (14-16).
-
Jika imam melayani dengan asal-asalan, maka sebenarnya mereka tidak sedang melayani
Tuhan, tidak menyembah Tuhan, dan menyesatkan umat.
-
Tuhan setia mengasihi umat-Nya namun mereka mengabaikan-Nya. Apakah mungkin kita pun ada dalam kondisi seperti Israel?
-
Israel pulang dari pembuangan dan Allah membangun kembali hidup baru bagi mereka, sedangkan bangsa Edom diruntuhkan-Nya.
-
Tuhan Yesus sama sekali tidak memperhalus kebenaran tentang kebencian dunia kepada para rasul karena nama-Nya.
-
Gereja dari zaman ke zaman menghadapi tantangan pengajaran palsu seperti yang Tuhan Yesus sudah perkatakan kepada para murid.
-
Tuhan Yesus tidak menyembunyikan dari para pengikut-Nya bahwa jalan yang mereka pilih bukanlah jalan yang mudah.
-
Para rasul dan umat Kristen mula-mula maupun di sepanjang sejarah penginjilan telah membuktikan perkataan Tuhan Yesus ini.
-
Kita tidak tahu sesuatu akan terjadi atau tidak, tidak ada kepastian, tetapi memilih untuk tetap menanti, itulah pengharapan.
-
Di dalam Dia kita dikuduskan, melalui Dia kita dapat berjumpa dengan Allah. Di dalam Dia tidak akan terjadi keruntuhan.