Senin, 4 Mei 2026

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Kamis 11 Desember 2025, Kasih dan Setia

Ketiga, pasangan suami-istri tidak lagi saling mengasihi dan setia sehingga mereka memilih bercerai (14-16).

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO-TANGKAPAN LAYAR
RENUNGAN KRISTEN - Cover Renungan Harian Kristen edisi Desember 2025. Renungan Harian Kristen Kamis 11 Desember 2025, dengan judul Kasih dan Setia. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Renungan Harian Kristen Kamis 11 Desember 2025, dengan judul Kasih dan Setia.

Renungan Harian Kristen ini merujuk pada KITAB MALEAKHI 2:10-17

Artikel ini dilansir dari buku Renungan Harian Suluh Injil, ditulis oleh anggota Komunitas Suluh Injil.

Renungan berdasarkan Alkitab dan ajaran iman Kristen, yang bersumber dari Alkitab - LAI Terjemahan Baru Edisi 2 (TB2).

POS-KUPANG.COM telah mendapat izin dari Pdt. Yudith A. Nunuhitu Follabessy, M.Si, anggota Tim Penyusun Renungan Harian Suluh Injil edisi Desember 2025.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Rabu 10 Desember 2025, Pelayananmu: Berkat atau Kutuk?

Renungan Harian Bulan Desember 2025 ini mengambil judul Menyambut Kristus Merayakan Damai di Bumi, sedangkan tema yang diangkat adalah Menyambut Yesus: Sang Sumber Damai, Setia, dan Keadilan dalam Hati dan Kehidupan.

Simak selengkapnya Renungan Harian Kristen:

KASIH SEJATI MENEGUHKAN RELASI SETIA. Tanpa ada kesetiaan satu
kepada yang lain, maka tanda tanya akan muncul, masih adakah kasih?

Kitab Maleakhi dibuka dengan ungkapan hati Allah kepada umat Israel, “Aku
mengasihi kamu” (1:2, TB2).

Dan umat merespons kasih Allah dengan sikap yang ragu dan tidak hormat, mereka mengabaikan kasih setia Allah. Umat dan para imam sudah gagal memahami kasih Allah, gagal menghormati Allah, dan gagal
mempersembahkan kasih kepada Allah.

Umat Allah sudah gagal menjaga kesetiaan dalam perjanjian pernikahan.

Perjanjian yang diucapkan dengan mulut mereka, telah diingkari. Kepercayaan
dihancurkan. Mengapa mereka tidak saling setia? Mengapa mereka tidak saling
percaya? Pada ayat 11-12 nabi Maleakhi menunjukkan wujud ketidaksetiaan,
yakni banyak kaum laki-laki keturunan Israel yang menikahi kaum perempuan
dari bangsa yang tidak mengenal Allah Israel.

Di mata Allah model pernikahan seperti ini adalah batu sandungan dan ketidaksetiaan kepada Allah. Di samping itu, di ayat 13, nabi Maleakhi menunjukkan bentuk ketidaksetiaan yang lain,
yakni perceraian.

Dan terhadap hal ini di ayat 16 tertulis, Tuhan berfirman, “Aku membenci perceraian”. Apakah yang nabi Maleakhi ajarkan kepada kita?

Allah memberi perhatian-Nya kepada relasi pernikahan umat-Nya. Ada tiga pola relasi yang tidak berkenan kepada Allah. Pertama, pasangan suami-istri masih hidup bersama, namun mereka tidak lagi saling percaya dan berkhianat satu kepada yang lain (10).

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved