TTU Terkini
Terima Bantuan RLH Program TULUS, Dua Warga Desa Kiuola Apresiasi Pemda TTU
Maria mengatakan, suaminya telah meninggal dunia. Mereka tidak dikaruniai anak dari hasil perkawinan tersebut.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Dua orang warga Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Hironimus Kosat dan Maria Neno menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten TTU pasca menerima bantuan Program Rumah Layak Huni Terima Kunci Plus Sanitasi (RLH-TULUS).
Hironimus menyebut, bantuan rumah tersebut merupakan yang pertama kali diterima. Bantuan rumah tersebut merupakan berkat yang luar biasa.
Hironimus merupakan seorang duda di Desa Kiuola. Ia bermatapencarian sebagai petani di desa itu.
Ia berdomisili di RT 11, Dusun III, Desa Kiuola. Rumah sebelumnya berdinding bebak dan beratapkan daun gewang.
Baca juga: Jembatan Perintis Garuda di Kiuola TTU Nyaris Rampung, Asa Baru Bagi Petani Kecil di Lembah Noemuti
Hal senada disampaikan Maria Neno. Ia mengaku sangat terharu menjadi sasaran pembangunan rumah tersebut meskipun menyandang status sebagai seorang single parent. Selama puluhan tahun setelah menegaskan diri menjadi warga negara Indonesia dan keluar dari Timor Leste, Oecusse mereka tidak pernah membangun rumah secara layak karena keterbatasan ekonomi.
Maria mengatakan, suaminya telah meninggal dunia. Mereka tidak dikaruniai anak dari hasil perkawinan tersebut.
Ketika pertama kali kediamannya dikunjungi Bupati dan langsung ditetapkan sebagai penerima bantuan, Maria mengaku ragu-ragu. Pasalnya, selama ini banyak orang yang telah menawarkan bantuan.
"Tapi semua hanya janji untuk saya. Dan hari ini Bupati dan Wakil Bupati menepati janji kepada saya," ujarnya dengan mata berkaca-kaca, Selasa, 16 Juni 2026.
Sementara itu, Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo mengatakan, dua orang warga tersebut menjadi sasaran lantaran ia melihat langsung kondisi yang dialami kedua warga itu saat melakukan kunjungan.
Menurutnya, program RLH-TULUS merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memulihkan harapan, martabat, dan kualitas hidup masyarakat miskin.
Bupati menyebut, rumah yang telah dibangun wajib ditempati oleh penerima bantuan bersama keluarganya. Rumah tersebut tidak boleh diperjualbelikan.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut, mulai dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, pemerintah kecamatan dan desa, BPD, tenaga kesehatan, kelompok masyarakat pengelola swakelola hingga masyarakat yang bergotong royong menyukseskan pembangunan rumah tersebut. (bbr)
Ikuti berita POS-KUPANG. COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bupati-TTU-bersama-warga-penerima-RLH.jpg)