Sumba Timur Terkini
Penjualan Pertamax di Sumba Timur Menurun
Salah satu pegawai di SPBU itu, Kristin, mengatakan, kondisi itu mulai terjadi sejak adanya perubahan harga Pertamax.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU – Penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di seluruh SPBU di Kabupaten Sumba Timur, Provinsi NTT menurun setelah harganya mengalami kenaikan signifikan menjadi Rp16.250 per liter pada Rabu (10/6/2026) lalu.
Sebelumnya, harga Pertamax Rp12.300 per liter, atau terjadi kenaikan sekitar Rp4.000 per liter.
Pertamina beralasan, kenaikan dilakukan untuk menjaga persediaan energi dalam negeri.
Pantauan Pos Kupang pada Selasa (16/6/2026), suasana di SPBU Kilo 2 Hambala, Kota Waingapu, tampak sepi dan terlihat lengang.
Baca juga: Pemkab Sumba Timur Bersinergi dengan Pos Kupang, Perkuat Publikasi Program Daerah dan Tangkal Hoaks
Di nozel Pertamax, hanya segelintir orang yang terlihat datang untuk mengisi BBM. Kondisi yang sama sebenarnya, juga terlihat di nozel Bio Solar, Pertalite dan Pertamina Dex.
Salah satu pegawai di SPBU itu, Kristin, mengatakan, kondisi itu mulai terjadi sejak adanya perubahan harga Pertamax.
“Begini sudah suasana kita sekarang,” ungkapnya.
Akibat kondisi tersebut, penjualan Pertamax mengalami penurunan. Pasokan yang diterima pada Senin (15/6) kata dia, hingga Selasa (16/6) belum habis terjual. Kondisi ini jauh berbeda dibandingkan sebelum harga naik.
Kristin mengatakan, belum terlihat adanya perubahan pola pembelian BBM oleh masyarakat yang beralih ke Pertalite akibat kenaikan harga Pertamax itu.
Kondisi yang sama juga terlihat di SPBU Matawai di Jalan M.T. Haryono.
Suasana pengisian BBM di sejumlah nozel terlihat sepi. Tidak terlihat antrean kendaraan. Manajer SPBU itu, Datuk Albi Algadri mengatakan, penjualan Pertamax menurun.
“Penjualan menurun,” katanya singkat.
Situasi yang sama juga di SPBU Kambaniru. Namun di SPBU itu, sudah mulai terlihat ada peralihan konsumen dari sebelumnya menggunakan Pertamax beralih ke Pertalite yang disubsidi pemerintah.
“Sejak Pertamax naik, orang sudah takut beli. Orang antre di Pertalite,” kata Ira Lodo, salah satu admin di SPBU Kambaniru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/SPBU-di-Sumba-Timur-sepi.jpg)