Kamis, 11 Juni 2026

Sumba Barat Daya Terkini

Antrean Kendaraan Padati SPBU Radamata Sumba Barat Daya

Keduanya juga meminta pemerintah daerah perlu menurunkan petugas untuk mengawasi pelayanan pengisian bbm di SPBU Radamata.

Tayang:
Penulis: Petrus Piter | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
STOK BBM MENIPIS - Persediaan BBM di SPBU Radamata dan Taworara terbatas. Kedua SPBU cepat habis akibat antrean panjang kendaraan mengisi bbm. Umumnya sekitar pukul 12.00 wita sudah habis. Yang tersedia hanya bbm jenis pertamax 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM,TAMBOLAKA - Antrean kendaraan baik sepeda motor maupun mobil memadati SPBU Radamata di Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya, Kamis 11 Juni 2026.

Kondisi yang sama juga terjadi di SPBU Tawora sekitar 4 km ke arah selatan SPBU Taworara.

Akibatnya stok BBM jenis pertalite dan Solar cepat habis. Hanya dalam waktu sekitar 4 jam ludes. Meski demikian, sebagian sopir memilih memarkirkan kendaraan truknya dipinggir areal SPBU agar bisa cepat mengisi keesokan paginya.

Robi dan Ivan, dua sopir truk yang ditemui Kamis 11 Juni 2026 siang mengatakan saat ini persediaan BBM jenis pertalite dan solar habis. Khusus pertalite tidak lama saja habis.  

Baca juga: BERITA POPULER : Kasus Pencurian Sapi di TTU, Testimoni Yubilate Warga SBD Korban Penyekapan

Sekitar jam 12.00 wita stok pertalite habis. Stok BBM yang  tersedia saat ini adalah BBM  jenis Pertamax dengan harga terbaru Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 perliter.

Meski stok solar habis, keduanya memilih tetap memarkir kendaraan di depan SPBU agar lebih cepat mengisi keesokan paginya.

"Kalau besok pagi baru datang antre pasti paling belakang karena datang terlambat. Jadi parkir saja truk di sini agar besok pagi lebih muda mengisinya," kata Robi diamini Ivan.

Keduanya juga meminta pemerintah daerah perlu menurunkan petugas untuk mengawasi pelayanan pengisian bbm di SPBU Radamata.

Pasalnya kebanyakan kendaraan sepeda motor tak jelas menumpuk antre mengisi Pertalite untuk dijual kepada pedagang BBM eceran. 

Kehadiran petugas itu sangat penting untuk mencegah seorang warga berulangkali mengisi BBM di SPBU. Kebanyakan yang antre mengisi adalah untuk kepentingan bisnis.

"Pemerintah harus mengambil tindakan tegas menertibkan semua kendaraan yang tak jelas, hanya tinggal rangka antre mengisi BBM di SPBU. Semua itu untuk kepentingan bisnis. Langkah tegas itu untuk memberikan rasa keadilan bagi masyarakat umum memperoleh pelayanan BBM di SPBU," paparnya. (pet)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved