Minggu, 7 Juni 2026

Timor Tengah Utara Terkini

Kadis P dan K Kabupaten TTU Dorong Penerapan Deep Learning Jenjang Pendidikan SD dan SMP

Kadis P dan K Kabupaten TTU Beato Yosep Frent Omenu, S.STP MENDorong Penerapan Deep Learning Jenjang Pendidikan SD dan SMP

Tayang:
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON/Dionisius Rebon
DEEP LEARNING - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Beato Yosep Frent Omenu, S.STP Kadis P dan K Kabupaten TTU Dorong Penerapan Deep Learning Jenjang Pendidikan SD dan SMP 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Utara (  Kadis P dan K TTU), Beato Yosep Frent Omenu, S.STP mendorong semua guru Jenjang Pendidikan SD dan SMP di Kabupaten TTU, NTT menerapkan metode pembelajaran mendalam ( deep learning ) dalam proses belajar mengajar.

Hal ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten TTU.

Ia menjelaskan, Penerapan Deep Learning sangat dibutuhkan demi memastikan produk yang dihasilkan satuan pendidikan berkualitas.

Konsep ini, kata Yosep, merupakan kebijakan Kemendikdasmen RI. Kebijakan ini bertujuan mendukung proses pembelajaran mendalam sesuai Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tentang perubahan atas Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024.

Baca juga: Terdakwa Rudapaksa 5 Anak di Kabupaten TTU Berinisial YN Divonis 18 Tahun Penjara & Denda Rp1 Miliar

"Implementasi deep learning, menekan tiga konsep pembelajaran yakni; Mindful Learning (pembelajaran berkesadaran), Meaningful Learning (pembelajaran bermakna), dan Joyful Learning (pembelajaran menyenangkan)," ucapnya, Sabtu, 6 Juni 2026.

Ia berharap, para guru mengimplementasikan ketiga konsep tersebut secara konsisten dalam kegiatan pembelajaran. Penerapan konsep ini diharapkan menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, meningkatkan kompetensi peserta didik, serta mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas di Kabupaten TTU.

Dikatakan Yosep, pada tahun 2026 ini, Dinas P dan K bersama para guru masih fokus pada tahap percontohan penerapan deep learning. Dinas P dan K menetapkan sebanyak 23 sekolah jenjang pendidikan SMP dan 43 sekolah SD sebagai contoh.

Ia menjelaskan, dalam Mindful Learning, guru didorong untuk mengenali dan mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Sementara Meaningful Learning menitikberatkan pada keterkaitan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata sehari-hari.

Baca juga: Dorong Pelestarian Tanaman Cendana, Dosen Unimor Gelar Penelitian di Hutan Banamlaat TTU

"Sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh peserta didik," ungkapnya.

Sedangkan, Joyful Learning bertujuan menciptakan suasana belajar yang positif, menyenangkan, dan menggembirakan. Hal ini bertujuan agar peserta didik merasa nyaman serta termotivasi untuk belajar. (bbr)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved