Ende Terkini
Minyak Tanah di Ende NTT Langka, Harga LPG Melonjak
Kondisi tersebut terjadi akibat berbagai polemik yang berkembang di tingkat global sehingga mempengaruhi rantai distribusi.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE – Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), masyarakat Kabupaten Ende kini dihadapkan pada kenaikan harga gas LPG serta kelangkaan minyak tanah yang semakin sulit diperoleh.
Berdasarkan informasi yang beredar, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini berada pada kisaran Rp17.670 hingga Rp17.955 per dolar AS untuk kurs perbankan, sementara kurs referensi Bank Indonesia tercatat sebesar Rp17.952 per dolar AS.
Kondisi tersebut turut berdampak pada kenaikan harga sejumlah kebutuhan masyarakat, termasuk gas LPG di Kabupaten Ende.
William, pemilik pangkalan gas LPG yang berlokasi di Jalan Kelimutu, Kota Ende, mengatakan harga LPG non-subsidi mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan sebelumnya.
Baca juga: Pemkab Ende Bangun Taman Kota Tahun Ini, Tender Awal Dua Proyek Gagal
"Sebelumnya gas LPG ukuran 5,5 kilogram dijual seharga Rp140 ribu, sedangkan ukuran 12 kilogram Rp260 ribu. Harga baru sekarang untuk tabung 12 kilogram menjadi Rp325 ribu, sedangkan ukuran 5,5 kilogram menjadi Rp175 ribu," ujar William saat ditemui di pangkalannya, Rabu (3/6/2026).
Menurut William, konsumen LPG di Kota Ende berasal dari berbagai kalangan, mulai dari rumah tangga, rumah makan, pedagang kaki lima (PKL), hingga kebutuhan memasak di lokasi proyek.
Ia menjelaskan, peminat LPG ukuran 5,5 kilogram didominasi oleh para PKL, sementara tabung ukuran 12 kilogram lebih banyak digunakan oleh rumah tangga dan pelaku usaha rumah makan.
Meski harga mengalami kenaikan, William memastikan stok LPG di pangkalannya masih dalam kondisi aman.
Ia mengaku terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan setiap pekan, meskipun distribusi sangat bergantung pada agen yang berada di Surabaya.
"Saat ini stok masih aman. Setiap minggu kami berusaha memastikan persediaan tetap tersedia, tetapi pasokan tetap bergantung pada agen di Surabaya," katanya.
William juga mengungkapkan sekitar satu bulan lalu pasokan LPG di Kota Ende sempat mengalami gangguan.
Kondisi tersebut terjadi akibat berbagai polemik yang berkembang di tingkat global sehingga mempengaruhi rantai distribusi.
Sementara itu, di tengah kenaikan harga LPG, masyarakat juga mengeluhkan semakin langkanya minyak tanah di pasaran.
Sejumlah ibu rumah tangga mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/LPG-di-Ende-melonjak.jpg)