Senin, 1 Juni 2026

TTU Terkini

Jemaat GMIT Biboki Anleu Panen Padi Organik di Lahan Percontohan 

Ia mengapresiasi gerakan penerapan pupuk organik berbasis eco enzim yang dilakukan gereja melalui jemaat setempat.

Tayang:
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
PANEN SIMBOLIS - Plh Kadis Pertanian dan jajaran beserta Ketua Majelis Jemaat Biboki Anleu Klasis TTU, Pdt. Hendrina Tamelab, S.Th dan jemaat saat melaksanakan panen simbolis 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Biboki Anleu Klasis Timor Tengah Utara (TTU) sukses memanen padi organik berbasis eco enzim, Jumat, 29 Mei 2026. Penggunaan pupuk organik cair eco enzim dalam proses tanam sampai panen dinilai berjalan sukses.

Kegiatan panen simbolis padi organik tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Chairel Malelak, SP., M.Si. Orang nomor satu di Dinas Pertanian itu merupakan inisiator perdana penggunaan eco enzim di Kabupaten TTU.

Panen simbolis itu digelar di lahan percontohan milik jemaat. Lahan percontohan ini berada di lingkungan Gereja GMIT Pniel Ponu.

Turut ambil bagian dalam kesempatan itu, Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu, para penyuluh pertanian, Ketua Majelis Jemaat Biboki Anleu Klasis TTU, Pdt. Hendrina Tamelab, S.Th, bersama para majelis dan jemaat setempat.

Baca juga: Terlapor Rudapaksa Anak Kandung di Biboki Anleu Ditahan di Rutan Polres Timor Tengah Utara 

Pada kesempatan itu, Ketua Majelis Jemaat Biboki Anleu Klasis TTU, Pdt. Hendrina Tamelab, S.Th menyampaikan terima kasih kepada Pemkab TTU khususnya Dinas Pertanian dan penyuluh pertanian.

Pasalnya mereka telah berkontribusi penting dalam memberikan penyuluhan dan pendampingan serta dukungan pupuk eco enzim secara gratis.

Dikatakan Pdt. Hendrina, penggunaan pupuk organik ini menyebabkan hasil produksi pertanian khususnya komoditas padi meningkatkan signifikan dari tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya, jemaat menggunakan pupuk yang sama.

Pada tahun 2026 ini, hasil panen jemaat meningkat lebih dari satu ton.

Momentum panen simbolis itu menjadi bukti gereja bergerak bersama para petani menghidupi semangat mencintai alam melalui penggunaan pupuk organik.

Sampai detik ini, lahan sawah di Kecamatan Biboki Anleu hanya mampu dipanen sekali dalam setahun. Pasalnya, lahan sawah itu merupakan sawah tadah hujan.

Pada tahun 2026 ini, sebanyak 27 kepala keluarga di Jemaat Biboki Anleu menggunakan pupuk organik eco enzim untuk kebutuhan di lahan sawah mereka

Sementara itu, Plt Kadis Pertanian TTU, Chairel Malelak mengatakan, penerapan pupuk organik berbasis Eco Enzim menjadi salah satu solusi menghadapi perubahan iklim saat ini. Eko enzim merupakan pupuk ramah lingkungan.

Ia mengapresiasi gerakan penerapan pupuk organik berbasis eco enzim yang dilakukan gereja melalui jemaat setempat.

Hal ini merupakan sebuah langkah yang sangat baik.

Chairel mengaku bangga dengan keberhasilan petani di wilayah itu. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kehadiran Dinas Pertanian sangat efektif dalam menumbuhkan hasil produktivitas.

Keberhasilan produksi beras berbasis eco enzim merupakan hasil dari pendampingan teknis, pelatihan, serta penerapan berkelanjutan di lahan persawahan masyarakat. Selain mendongkrak kualitas, langkah ini juga menekan biaya produksi. (bbr)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved