Minggu, 17 Mei 2026

Malaka Terkini

Bencana Longsor di Babotin Meluas, Kini Ancam Permukiman Warga Dusun Salore

Bencana longsor di Desa Babotin, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, terus meluas dan mengancam permukiman warga.

Tayang:
POS-KUPANG.COM
BENCANA LONGSOR - Kondisi rumah warga di Dusun Salore, Desa Babotin, Malaka yang dihantam bencana longsor susulan, Sabtu (16/5/2026). 

Korban lainnya, Damianus Yan Mau, juga terpaksa meninggalkan rumah permanen miliknya yang baru dibangun sekitar dua tahun lalu. Kini dirinya bersama keluarga kembali tinggal di rumah lama berdinding bebak yang kondisinya sudah rapuh.

“Kami punya rumah ini baru bangun dua tahun. Kini pindah kembali di rumah lama,” ujar Damianus dengan wajah sedih.

Rumah permanen miliknya saat ini mengalami kerusakan cukup parah dengan tembok pecah dan lantai rumah retak berantakan. Di bagian belakang rumah juga terlihat satu pohon kelapa tumbang akibat longsor dan menimpa WC miliknya hingga rusak berat.

Selain Damianus, warga lainnya seperti Romana Aek juga mengalami kerusakan rumah akibat pergerakan tanah. Fondasi rumah miliknya tampak pecah dan mulai bergeser.

Sementara itu, rumah milik Yohanes Bouk mengalami kerusakan pada bagian tembok samping yang telah roboh. Meski demikian, keluarga tersebut masih tetap tinggal di rumah itu karena tidak memiliki tempat tinggal lain.

Warga lainnya, Sesilia Balok, kini juga tidak lagi bisa menggunakan WC pribadi mereka akibat longsor yang merusak bagian tanah di sekitar bangunan WC tersebut. Untuk sementara, keluarga itu terpaksa menumpang menggunakan WC milik tetangga.

Selain merusak rumah dan fasilitas warga, longsor di Dusun Salore juga menyebabkan dua ekor sapi milik warga mati setelah terendam lumpur akibat longsoran tanah.

Di sekitar lokasi, kondisi jalan rabat beton juga terlihat mengalami kerusakan cukup parah. Beberapa titik jalan tampak retak dan patah akibat pergeseran tanah dan dikhawatirkan akan putus total apabila longsor susulan kembali terjadi.

Retakan tanah di lokasi bencana terlihat memanjang hingga ke pekarangan rumah warga. Patahan besar tampak menganga di berbagai titik dan menunjukkan bahwa kondisi tanah di wilayah tersebut masih sangat labil.

Dengan adanya longsor susulan di Dusun Salore, jumlah rumah warga terdampak di Desa Babotin kini tercatat mencapai 13 unit rumah dengan kondisi kerusakan yang cukup serius.

Kepala Desa Babotin, Viktorius Bou, mengatakan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka sebelumnya telah turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi warga terdampak.

“Kemarin tim dari BPBD sudah ke sini. Mereka datang mengecek langsung kondisi warga dan meminta kami pemerintah desa untuk melakukan pendataan menyeluruh untuk dimasukkan lagi sebagai laporan untuk nanti ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Warga kini berharap adanya perhatian dan penanganan cepat dari pemerintah mengingat longsor terus meluas dan sewaktu-waktu dapat mengancam lebih banyak rumah maupun keselamatan masyarakat di Desa Babotin(ito)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved