Breaking News
Jumat, 15 Mei 2026

Ngada Terkini

Nobar Pesta Babi di Ngada NTT Dibatalkan Setelah Didatangi TNI

Sebelum pemutaran film dimulai, dua anggota Babinsa Kodim 1625 Ngada mendatangi rumah Mertin Lusi selaku penanggung jawab kegiatan.

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
Dua anggota Babinsa Kodim 1625 Ngada saat mendatangi rumah Mertin Lusi di Langa, Desa Bomari, Kecamatan Bajawa, Kamis 14 Mei 2026 pukul 20.30 malam. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, BAJAWA – Kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi yang digelar Rumah Baca Isi Langa dan Ide Kreatif Bajawa dibatalkan setelah didatangi dua anggota Babinsa Kodim 1625 Ngada.

Pemutaran film tersebut sebelumnya direncanakan berlangsung pada Jumat (15/05/2026) pukul 20.00 Wita di Komunitas Rumah Baca Langa.

Sebelum pemutaran film dimulai, dua anggota Babinsa Kodim 1625 Ngada mendatangi rumah Mertin Lusi selaku penanggung jawab kegiatan.

Kedua anggota tersebut datang sekitar pukul 20.30 wita dengan pakaian bebas dan meminta agar kegiatan nobar tidak dilaksanakan melalui pendekatan secara kekeluargaan.

Mertin Lusi, selalu pendiri Komunitas Baca Isi Langa mengatakan, pihaknya akhirnya memutuskan membatalkan kegiatan nonton bareng dan diskusi film yang sedianya berlangsung pada Jumat malam.

Ia menjelaskan, berdasarkan penyampaian anggota Kodim 1625 Ngada, film tersebut dinilai tidak diperbolehkan untuk ditonton karena dianggap bersifat provokatif dan berpotensi memicu perpecahan bangsa.

“Mereka berdua menyampaikan bahwa film Pesta Babi tidak diperbolehkan untuk di tonton dan ini atas perintah atasan dengan alasan film ini bersifat provokatif dan memicu pecah belah bangsa,” ujar Mertin, Kamis (14/05) malam.

Baca juga: Nobar “The Hostage’s Hero” Bangkitkan Semangat Juang dan Dekatkan TNI AL pada Masyarakat

Dua Babinsa tersebut juga menyampaikan akan ada tim lain yang turun apabila pemutaran film tetap dilaksanakan.

“Mereka juga menyampaikan bahwa malam ini melalui pendekatan secara kekeluargaan, dan bila besok tetap dilaksanakan berarti ada tim yang lain yang akan turun,” ujar Mertin Lusi.

Demi menjaga kenyamanan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kata Mertin, pihak penyelenggara akhirnya membatalkan pemutaran film tersebut.

“Untuk menjaga situasi yang tidak diinginkan, mae naji (mohon maaf) kita tiadakan dulu kegiatan besok,” ungkap dia.

Sementara itu, Dandim 1625 Ngada, Letkol Inf. Imam Subekti, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menghindari munculnya persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Ini pencegahan, antisipasi, kita menjaga kondusifitas wilayah, sehingga tidak ada asistensi hal yang negatif di penonton,” ujarnya.

Ia menyampaikan, pihaknya mengimbau agar kegiatan nobar film Pesta Babi ditiadakan. Menurutnya, meskipun belum ada instruksi resmi, imbauan tersebut diberikan untuk menghindari munculnya multi persepsi di tengah masyarakat.

“Kami diimbau dari atas untuk tidak nobar. Kalau nobar itukan ada diskusi, kita antisipasi itu, supaya tidak kemana-mana,” tambah Letkol Imam. (cha)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved