Malaka Terkini
Jalan Perbatasan RI–Timor Leste di Malaka Rusak Parah, Aktivitas Warga Terganggu
Sementara pada musim kemarau, jalan dipenuhi debu tebal dan batu kerikil yang mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota
POS-KUPANG.COM, BETUN - Kondisi jalan lintas batas Negara Republik Indonesia–Timor Leste di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, kembali menuai keluhan dari masyarakat.
Ruas jalan yang menghubungkan sejumlah wilayah perbatasan dengan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin terpantau mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai semakin mengganggu aktivitas warga sehari-hari, Senin (11/5/2026).
Kerusakan jalan terlihat di sejumlah titik sepanjang jalur perbatasan. Aspal yang rusak dan berlubang membuat kendaraan harus melaju pelan untuk menghindari kecelakaan.
Saat musim hujan, beberapa titik ruas jalan itu berubah menjadi berlumpur dan licin sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintas.
Baca juga: UPKM CD Bethesda YAKKUM Malaka Monev Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Sementara pada musim kemarau, jalan dipenuhi debu tebal dan batu kerikil yang mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Kondisi tersebut menjadi persoalan serius bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses jalan lintas batas untuk menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Jalur tersebut juga menjadi akses utama penghubung desa-desa terpencil di kawasan perbatasan Kabupaten Malaka menuju pusat aktivitas masyarakat dan kawasan PLBN Motamasin.
Warga mengaku kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapat penanganan maksimal. Akibatnya, biaya transportasi meningkat karena kendaraan lebih cepat mengalami kerusakan. Selain itu, waktu tempuh masyarakat menuju pusat pelayanan juga menjadi lebih lama.
“Jalan perbatasan merupakan akses utama masyarakat. Kalau terus rusak seperti ini, aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat ikut terganggu,” ujar Rafael Mali, salah satu warga Litamali.
Menurut warga, kondisi jalan yang rusak juga berdampak langsung terhadap distribusi barang kebutuhan pokok dan hasil pertanian masyarakat. Kendaraan pengangkut barang kerap mengalami kesulitan melintas, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Situasi itu membuat arus distribusi menjadi lambat dan mempengaruhi aktivitas perdagangan masyarakat di wilayah perbatasan.
Selain menghambat mobilitas warga, kerusakan jalan menuju kawasan PLBN Motamasin juga dinilai dapat mempengaruhi kelancaran arus barang dan orang di pintu perlintasan resmi Indonesia–Timor Leste tersebut. Padahal, kawasan perbatasan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat konektivitas antarwilayah, sekaligus menjaga stabilitas dan keamanan negara.
Sebelumnya, sejumlah tokoh masyarakat hingga anggota DPR RI juga pernah menyoroti lambannya penanganan infrastruktur jalan tersebut.
Pemerintah diminta menjadikan pembangunan kawasan perbatasan sebagai prioritas nasional mengingat wilayah tersebut merupakan beranda terdepan negara yang membutuhkan dukungan infrastruktur memadai.
Masyarakat kini berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki ruas jalan menuju wilayah perbatasan.
Perbaikan infrastruktur dinilai sangat penting agar akses transportasi masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman serta mampu mendukung peningkatan ekonomi warga di Kabupaten Malaka. (ito)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Jalan-rusak-di-perbatasan-RI-RDTL.jpg)