Ende Terkini
Yosef Badeoda Tak Peduli Disebut Bupati Tukang Gusur
Anggapan ini menyusul adanya kebijakan penertiban aset Pemerintah Kabupaten Ende di bawah pimpinan Bupati Yosef Badeoda dengan menggusur
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE - Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda kerap disebut bupati tukang gusur oleh sebagian masyarakat dan netizen di Kabupaten Ende.
Anggapan ini menyusul adanya kebijakan penertiban aset Pemerintah Kabupaten Ende di bawah pimpinan Bupati Yosef Badeoda dengan menggusur beberapa lokasi di Kota Ende yang diklaim dibangun diatas aset Pemda bahkan garis sempadan pantai.
Menanggapi anggapan masyarakat dan netizen, Bupati Yosef menegaskan, untuk mengatasi keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Ende hanya bisa mengelola aset dengan sebaik mungkin.
"Aset kita banyak sekali dan ini tidak diolah dengan benar sehingga kita tidak dapat PAD kita, kalau kita bisa olah dengan benar, kita bisa sewa kepada orang, kita amankan dulu kemudian kita sewakan atau kita berdayakan aset-aset itu untuk mendapatkan pemasukan buat kita dan itu bisa dijadikan anggaran buat pembangunan juga," tegasnya Selasa (5/5/2026).
Ia menegaskan, aset-aset tersebut milik masyarakat Kabupaten Ende yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Menurut orang nomor satu di Kabupaten Ende ini, selama ini aset pemerintah dibiarkan begitu saja tanpa pengelolaan yang baik dan benar untuk kepentingan masyarakat.
Baca juga: SMAK Syuradikara Ende Sabet Juara Umum Pekan Ekspresi Siswa 4 Kali Berturut-turut
"Saya melihat selama ini aset pemda itu dibiarkan berantakan, tidak diamankan, tidak ditertibkan, tidak dijaga, orang pakai dengan seenaknya dan ini permainan juga semuanya baik dari luar maupun dari dalam, dari dalam bisa saja dari OPD-OPD, pimpinan OPD yang punya aset disini, dia sewa ke orang, kontrak diatas kontrak," ungkapnya gamblang.
Salah satu aset yang disebutkan yakni di Jalan Kelimutu tepat di depan SMP Negeri 1 Ende.
Menurut dia, salah satu bangunan di lokasi itu berdiri lahan kontrak diatas kontak.
"Ini aset kita punya, ada sertifikat, tapi orang kontrak di atas kontrak, kalau terus-terusan begini bagaimana, apakah saya harus diam saja, orang bilang saya tukang gusur, saya tidak peduli, yang penting saya jalankan tugas saya benar, selesaikan tugas saya lima tahun ini dengan benar dan saya harus bisa membangun, saya tidak mungkin membangun ini tanpa uang, uang itu saya harus cari dari kelola aset," tegas politisi PDI-P ini.
Beberapa aset Pemda Ende berupa tanah yang telah berhasil diamankan diantaranya kompleks SMEA lama, sepanjang Pantai Ndao, jalan Nangka, jalan Irian Jaya dan beberapa lahan lain akan juga ditertibkan. (bet)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| SMAK Syuradikara Ende Sabet Juara Umum Pekan Ekspresi Siswa 4 Kali Berturut-turut |
|
|---|
| Penggusuran di Jalan Irian Jaya, DPRD Ende Bungkam |
|
|---|
| Akses Terbuka, Alat Berat TMMD Terus Garap Jalan Aelipo–Fata'atu Timur |
|
|---|
| Satgas TMMD Kunjungi Rumah Warga di Desa Fata'atu Timur |
|
|---|
| Kunjungi Rumah Warga, Satgas TMMD Bangun Kedekatan di Desa Fata’atu Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bupati-Ende-Yosef-Benediktus-Badeoda-erty.jpg)