Belu Terkini
Deker Ambruk di Desa Fatubaa Kembali Terjadi, Akses Warga dan Pelajar Terganggu
Akibatnya, kalau tidak segera diperbaiki anak-anak kesulitan menuju sekolah karena kendaraan tidak dapat melintas.
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
- Deker Ambruk di Dusun Dedudot, Desa Fatubaa, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu
- Akses warga dan pelajar kembali terganggu
- Ambruknya deker tersebut merupakan kejadian berulang setelah sebelumnya mengalami longsor pada 17 Oktober 2025
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Hujan dengan intensitas tinggi kembali menyebabkan deker di Dusun Debubot, Desa Fatubaa, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu ambruk pada Senin (20/4/2026).
Kerusakan ini mengakibatkan akses utama warga dan pelajar terputus.
Ambruknya deker tersebut merupakan kejadian berulang setelah sebelumnya mengalami longsor pada 17 Oktober 2025 dan sempat diperbaiki secara darurat oleh Dinas PUPR Kabupaten Belu.
Saat itu, jalan masih bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Baca juga: Musrenbang RKPD 2027, Pemkab Belu Fokus Kesejahteraan, Inovasi dan Sinergi Bangun Daerah
Namun, curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten dan sekitar dalam beberapa hari terakhir kembali merusak struktur jalan hingga tidak lagi dapat difungsikan.
Salah satu warga, Antonius, saat dihubungi pada Senin malam (20/4/2026), mengatakan jalan tersebut merupakan akses vital penghubung Desa Fatubaa dengan Dusun Bauatok-Lalosuk di Desa Manleten serta jalur menuju Kota Atambua.
“Jalan ini sangat penting bagi aktivitas warga, termasuk untuk ke Atambua dan ke desa-desa sekitar,” ujarnya.
Selain berdampak pada mobilitas warga, katanya, kerusakan deker juga mengganggu aktivitas pendidikan.
"Jalur ini salah satu rute utama bagi siswa dari Dusun Bauatok-Lalosuk yang bersekolah di SMP IL Kapitan Fatubaa," katanya.
Akibatnya, kalau tidak segera diperbaiki anak-anak kesulitan menuju sekolah karena kendaraan tidak dapat melintas.
Untuk sementara, lanjutnya, warga yang hendak menuju Kota Atambua maupun sebaliknya terpaksa menggunakan jalur alternatif melalui Desa Dafala. "Jalur ini lumayan jauh dan membutuhkan waktu perjalanan yang lebih lama," tambahnya.
Ia berharap pemerintah daerah melalui istansi terkait segera melakukan penanganan permanen terhadap infrastruktur tersebut agar kejadian serupa tidak terus berulang, mengingat pentingnya akses jalan tersebut bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan pendidikan. (gus)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Deker-ambruk-di-Fatubaa-Belu.jpg)