Selasa, 21 April 2026

NTT Terkini

Mahasiswa Politani Kupang Berbagi Pengalaman Studi dan Magang di Belanda

Mahasiswa Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Kupang berbagi pengalaman belajar dan magang saat mengikuti program pertukaran pelajar di Belanda.

POS-KUPANG.COM/EKLESIA MEI
BAGI PENGALAMAN - Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang) berbagi pengalaman belajar dan magang saat mengikuti program pertukaran pelajar di Van Hall Larenstein University of Applied Sciences, Belanda. 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa Politani Negeri Kupang mengikuti program pertukaran pelajar dan magang di Van Hall Larenstein University Belanda
  • Mereka merasakan perbedaan metode belajar yang lebih mandiri, aktif, serta melibatkan kunjungan ke perusahaan dan penelitian
  • Program ini memberikan manfaat besar berupa pengalaman internasional, peningkatan wawasan akademik
  • Selain belajar, mahasiswa juga mendapat kesempatan kerja legal, serta mengajak mahasiswa lain meningkatkan kemampuan

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Mahasiswa Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Kupang berbagi pengalaman belajar dan magang saat mengikuti program pertukaran pelajar di Van Hall Larenstein University of Applied Sciences Belanda.

Pengalaman belajar di luar negeri menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan akademik dan jejaring internasional. 

Hal ini dirasakan langsung oleh Martina Grasiana Owa Bela, mahasiswa Program Studi Teknologi Pakan Ternak, Jurusan Peternakan, yang mengikuti program pertukaran pelajar di Van Hall Larenstein University of Applied Sciences, Belanda.

Kepada POS-KUPANG.COM, Senin (20/4/2026), Martina mengungkapkan, selama satu semester atau sekitar enam bulan di Belanda, ia menjalani proses pembelajaran yang berbeda dibandingkan di kampus asalnya.

“Saya sebagai salah satu mahasiswa yang mengikuti program pertukaran pelajar di Van Hall Larenstein selama satu semester. Kami di sana melakukan kegiatan belajar mengajar, namun ada sedikit perbedaan antara kampus di sini dengan di sana, di mana kami tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga melakukan kunjungan ke beberapa perusahaan,” jelas Martina.

Martina mengatakan, metode pembelajaran di Belanda lebih menekankan pada kemandirian mahasiswa dalam menggali materi.

“Kami diberi judul, lalu mencari tahu lebih mendalam secara mandiri, kemudian mempresentasikannya di depan teman-teman dan dosen untuk mendapatkan penilaian,” beber Martina.

Martina menilai pengalaman tersebut sebagai salah satu langkah penting untuk mewujudkan mimpi, sekaligus membuka peluang memperluas jaringan internasional.

“Untuk teman-teman yang baru ikut, semangat terus dan buktikan kalau kalian bisa. Ini salah satu langkah untuk mewujudkan mimpi kalian, apalagi ini di lingkungan internasional. Ini pengalaman yang the best karena kita bisa mendapatkan koneksi yang sangat besar dengan teman-teman dari berbagai negara,” ungkapnya.

Sementara itu, mahasiswa semester VI Program Studi Teknologi Pakan Ternak lainnya, Evaristus Sawal, yang juga mengikuti program di Belanda, menyoroti metode pembelajaran aktif yang ia peroleh selama berada di kampus tersebut.

“Saya salah satu mahasiswa yang ikut program magang di Van Hall Larenstein University di Belanda. Kami banyak diajarkan tentang research atau penelitian dan penyusunan proposal. Kami diberikan topik besar oleh dosen, lalu bekerja dalam kelompok untuk memecahkan masalah tersebut secara mandiri,” ucap Evaristus.

Selain pengalaman akademik, kata Evaristus, dia juga mendapatkan kesempatan bekerja secara legal selama menjalani studi.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved