Sabtu, 18 April 2026

Ende Terkini

Pemkab Ende akan Bangun Ruang Terbuka Hijau di Ndao

Ruang terbuka hijau itu akan digunakan untuk tempat olahraga, wisata serta pedagang asongan untuk berjualan.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ALBERT AQUINALDO
Nurdiana sedang membersihkan puing-puing bangunan pasca pengunduran, Kamis (16/4/2026). Nasib sebagian pedagang kaki lima (PKL) di Ndao, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende pasca penggusuran oleh Pemerintah Kabupaten Ende kini belum jelas. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE - Setelah melalukan penggusuran 51 lapak di Pantai Ndao yang diklaim sebagai garis sempadan pantai, Pemerintah Kabupaten Ende berencana akan membangun ruang terbuka hijau di lokasi tersebut.

Ruang terbuka hijau itu akan digunakan untuk tempat olahraga, wisata serta pedagang asongan untuk berjualan.

Rencana pembangunan ruang terbuka hijau di Pantai Ndao akan dilaksanakan sesegera mungkin lengkap dengan trotoar, penamaan pohon dan bunga serta fasilitas lainnya

Diharapkan dalam dua sampai tiga bulan kedepan, ruang terbuka hijau tersebut sudah bisa digunakan.

Hal itu dikatakan Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda saat diwawancarai melalui telepon selulernya, Jumat (17/4/2026) siang.

"Kita mau itu jadi lingkungan yang sibuk dan bersih dan juga tidak kumuh," katanya.

Ditanya soal beberapa rumah di sebelah timur lapak yang digusur hingga kini masih berdiri kokoh dan tidak digusur, politisi PDI-P itu mengatakan rumah-rumah itu merupakan rumah lama dan telah memilki sertifikat.

Meski demikian, kata dia, rumah-rumah tersebut juga akan digusur.

"Saat ini kita minta mereka untuk pindah dan pada dasarnya mereka setuju, hanya tinggal kita pemerintah bantu untuk mencari lahan baru buat mereka, karena apapun itu dilarang dan berbahaya pada saat musim barat karena terjadi abrasi," ujarnya.

Ia juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ende sudah menawarkan kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang lapaknya digusur untuk berjualan di lapak-lapak yang masih kosong di Pasar Mbongawani dan Pasar Potulando.

Baca juga: Pasca Penggusuran, Anak-anak Ndao Ende Terancam Putus Sekolah 

Ia juga mengklaim, setelah dilakukan pengecekan mendalam, para Pedagang Kaki Lima (PKL) ternyata merupakan warga pendatang dari luar Pulau Flores.

"Disitu (red: Ndao) itu memang orang asli Ndao tidak banyak, dan kalau mereka mau berdagang, kami sudah siapkan pasar Pasar Mbongawani dan Pasar Potulando. Dan itu masih banyak kios yang memang masih kosong, dan kalau mereka masih mau berdagang di kawasan itu, mereka bisa gunakan gerobak dan itu tidak permanen," jelasnya.

Ia menegaskan, selain Pantai Ndao yang masuk garis sempadan pantai, ada beberapa lokasi yang selama ini digunakan untuk cafe dan bangunan lainnya juga akan ditertibkan.

"Awal ini kita tertibkan dulu sempadan pantai yang melintasi kota, jadi tahap awal ya ini dulu, jadi kita rapikan, bersihkan dulu, kita amankan dulu, sempadan pantai ini kan banyak sampah juga, sampah yang paling banyak di Kota Ende ini adalah di sempadan pantai, jadi kalau tidak dibersihkan maka akan bertumpuk terus," pungkas dia. (bet)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved