Senin, 13 April 2026

Manggarai Timur Terkini

Mampukah Keuskupan Ruteng Jadi Gereja Sinodal, Sidang Sinode IV Sesi II 

Pihak gereja Katolik Keuskupan Ruteng kembali menyelenggarakan sidang Sinode IV sesi II yang berlangsung di Wae Lengkas, Kota Ruteng, Manggarai

Penulis: Robert Ropo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
POS-KUPANG.COM/POS KUPANG/ROBERT ROPO
MARTHIN CHEN - Direktur Puspas Keuskupan Ruteng Juga selaku Sekjen Sinode IV KR, RD Martin Chen.  

Ringkasan Berita:
  • Pihak gereja Katolik Keuskupan Ruteng kembali menyelenggarakan sidang Sinode IV sesi II yang berlangsung di Wae Lengkas, Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai dari tanggal 13-17 April 2026. 
  • Dalam sidang ini akan direfleksikan aneka program pastoral yang terurai dalam tiga bidang utama yaitu Pewartaan, Pengudusan, dan Persekutuan Umat.  
  • Direktur Puspas Keuskupan Ruteng Juga selaku Sekjen Sinode IV KR, RD Martin Chen menerangkan, tahun 2026, Keuskupan Ruteng menyelenggarakan Sinode IV. 

 

Laporan Reporter POSKUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, RUTENG - Pihak gereja Katolik Keuskupan Ruteng kembali menyelenggarakan sidang Sinode IV sesi II yang berlangsung di Wae Lengkas, Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai dari tanggal 13-17 April 2026. 

Dalam sidang ini akan direfleksikan aneka program pastoral yang terurai dalam tiga bidang utama yaitu Pewartaan, Pengudusan, dan Persekutuan Umat.  

Direktur Puspas Keuskupan Ruteng Juga selaku Sekjen Sinode IV KR, RD Martin Chen menerangkan, tahun 2026, Keuskupan Ruteng menyelenggarakan Sinode IV sebagai perjalanan bersama umat Allah untuk mendengar bisikan Roh Kudus yang menuntun kehidupan di tanah Nucalale tercinta dan menginspirasi gerakan bersama menjadi "Garam dan Terang dunia".

Sinode IV ini melanjutkan dan sekaligus memperbaharui arah dasar Keuskupan Ruteng dalam Sinode III (2013-2015), yang telah diimplementasikan dalam lingkaran 10 tahun 2016-2025. Menjadi persekutuan umat Allah Keuskupan Ruteng yang beriman utuh, dinamis, dan transformatif. 

Menurut RD Martin Chen, Sinode IV Keuskupan Ruteng dituntun oleh motto "Berziarah bersama dalam pengharapan-Beriman, Bersaudara, Misioner".  Sinode IV dibagi dalam 4 sesi. Dalam sesi pertama 3-7 Januari 2026 telah dilakukan evaluasi tentang ketercapaian arah dasar Keuskupan Ruteng dalam Sinode III. 

Selain itu, sejalan dengan gerakan Gereja Universal telah direfleksikan dan ditegaskan komitmen Keuskupan Ruteng untuk menjadi Gereja yang sinodal, yaitu Gereja yang bergandeng tangan dan membulatkan tekad untuk berziarah bersama dalam tuntunan Yesus Kristus sang Gembala Agung untuk semakin mampu mewartakan kabar sukacita injili di tanah Congkasae Manggarai Raya tercinta. 

RD Martin Chen juga menerangkan, dalam sesi kedua yang berlangsung 13-17 April 2026, akan direfleksikan aneka program pastoral yang terurai dalam tiga bidang utama yaitu Pewartaan, Pengudusan, dan Persekutuan umat. 

Dalam bidang Pewartaan, peserta Sinode akan mendalami karya pastoral dalam sub bidang Kitab Suci, katekese sakramen dan katekese umat, serta pewartaan dalam era digital. 

Dalam bidang Pengudusan, peserta Sinode akan membahas pelayanan pastoral dalam sub bidang sakramen, sakramentali, dan devosi umat.

Dan dalam bidang persekutuan, peserta Sinode akan berdiskusi tentang reksa pastoral dalam sub bidang Komunitas Basis Gerejawi (KBG), persekutuan stasi, persekutuan Orang Muda Katolik (OMK), Sekami, dan Komunitas Rohani. 

RD Martin juga menerangkan, sedangkan sesi ketiga 1-5 Juni 2026 akan dibahas terkait Diakonia Sosial-Ekologi, dan Sesi keempat 4-8 Agustus 2026 terkait Manajemen dan Pelayan Pastoral, 7 Oktober 2026: Perayaan puncak Sinode IV.

Seperti dalam Sinode III, Sinode IV menggunakan metode 3 M: Mendengar (Melihat), Menilai, Memutuskan. “Sinode bertolak pertama-tama dari kenyataan konkret kehidupan umat. Dinamika kehidupan umat ini diperoleh melalui proses katekese umat di KBG dan kelompok kategorial lainnya, FGD, survei (angket), observasi," terang RD Martin Chen.

Selanjutnya, kata RD Martin Chen, realitas pastoral ini direfleksikan dalam terang Roh Kudus dalam proses sinodal maupun input oleh Uskup Ruteng dan para narasumber ahli. Kemudian hasil data pastoral dalam terang iman ini diolah menjadi sebuah desain program pastoral oleh peserta Sinode. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved