Breaking News
Selasa, 14 April 2026

Belu Terkini

Rumah Roboh akibat Longsor, Warga di Manleten Belu Pasrah Harap Bantuan Pemerintah

Peristiwa yang dipicu hujan berkepanjangan itu membuat warga hanya bisa menyelamatkan barang-barang dan berharap adanya bantuan pemerintah

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/Agustinus Tanggur
Warga bersama keluarga mengeluarkan barang dan menyiapkan bahan bangunan untuk membuat tempat tinggal sementara setelah rumah mereka terancam roboh akibat longsor di Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Rabu (25/3/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Empat kepala keluarga di RT 02/RW 003, Dusun Lamasi, Desa Manleten, Belu terpaksa mengungsi setelah tanah longsor
  • Korban bersama anggota keluarganya berupaya mengeluarkan barang-barang dari dalam rumah untuk menghindari kerusakan lebih lanjut
  • Sebagian keluarga juga menyiapkan tempat darurat dengan memanfaatkan bangunan kios yang tidak memiliki atap untuk sementara waktu

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur 

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Empat kepala keluarga di RT 02/RW 003, Dusun Lamasi, Desa Manleten , Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, terpaksa mengungsi setelah tanah longsor yang dipicu hujan terus-menerus mengikis area permukiman mereka.

Peristiwa yang dipicu hujan berkepanjangan itu membuat warga hanya bisa menyelamatkan barang-barang dan berharap adanya bantuan pemerintah untuk membangun kembali tempat tinggal mereka.

Salah satu warga terdampak, Kunera Lawa (56), tidak mampu menahan tangis saat melihat rumahnya yang baru dibangun pada 2021 mulai terancam longsor

Pantauan POS-KUPANG.COM, Rabu (25/3/2026), Kunera bersama anggota keluarganya berupaya mengeluarkan barang-barang dari dalam rumah untuk menghindari kerusakan lebih lanjut. 

Sebagian keluarga juga menyiapkan tempat darurat dengan memanfaatkan bangunan kios yang tidak memiliki atap untuk sementara waktu.

Kunera menceritakan pada 2017 dirinya bersama keluarga membeli tanah tersebut seharga Rp30 juta. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2021, mereka berhasil membangun rumah di atas lahan itu.

Baca juga: Akibat Longsor, Jalur Penghubung Belu Utara Lumpuh

Namun, pada 2024 mulai muncul retakan kecil di bagian belakang rumah. Kondisi tersebut semakin memburuk pada awal 2026 ketika hujan intens mengguyur hingga menyebabkan tanah di sekitar rumah terus turun dan mendekati bangunan.

Ia mengaku hanya bisa pasrah menghadapi kondisi tersebut sambil berharap pemerintah dapat membantu pembangunan kembali rumahnya.

“Saya hanya pasrah, semoga pemerintah bisa membantu membangun kembali rumah kami. Untuk sementara kami terus berusaha mencari lahan baru dulu,” ujarnya.

Warga lain, Ronis Mauleto, juga mengaku khawatir dengan kondisi tanah yang terus bergerak. Menurutnya, rumah-rumah di lokasi tersebut diperkirakan tidak akan bertahan lama jika hujan terus turun.

“Kami masih punya lahan kosong. Kalau rumah ini roboh semua, kami terpaksa pindah. Mungkin satu atau dua minggu ke depan masih bertahan, tapi kalau hujan terus pasti bisa roboh semua,” katanya.

Ketua RT 02/RW 003, Norbertus Ati, mengatakan sedikitnya empat kepala keluarga terdampak cukup parah akibat pergerakan tanah tersebut.

“Ada empat kepala keluarga yang rumahnya sudah rusak parah. Semuanya sudah mengungsi. Dua keluarga mengungsi ke tempat lain, sementara dua keluarga lainnya mengungsi di bagian depan rumah mereka,” jelasnya.

Ia menambahkan pemerintah desa bersama pemerintah kabupaten melalui instansi terkait telah menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak.

Meski demikian, pihaknya berharap pemerintah dapat memberikan bantuan lanjutan untuk membantu pembangunan rumah baru bagi empat keluarga yang terdampak longsor tersebut. (gus)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved