Sabtu, 18 April 2026

Akibat Longsor, Jalur Penghubung Belu Utara Lumpuh

Jalur ini merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Lasiolat, Raihat, Lamaknen, dan Lamaknen Selatan.

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
JALAN LONGSOR - Kondisi ruas jalan Atambua-Weluli di Pasar Sabete, Desa Manleten, yang putus akibat longsor, menyisakan jalur sempit dengan penanda darurat, sementara kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif di samping lokasi, Selasa (24/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Jalur penghubung Belu Utara lumpuh akibat longsor
  • Akses penghubung empat kecamatan di wilayah utara Belu kini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua
  • Jalur ini merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Lasiolat, Raihat, Lamaknen, dan Kecamatan Lamaknen Selatan. 

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Ruas jalan Atambua-Weluli di Pasar Sabete, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, terputus akibat longsor sejak awal Maret 2026. 

Akses penghubung empat kecamatan di wilayah utara Belu kini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, sementara kendaraan lainnya dialihkan melalui jalur alternatif di samping lokasi longsor.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Selasa (24/3/2026), kondisi jalan di lokasi tampak rusak parah. Sebagian badan jalan amblas dan tergerus hingga membentuk jurang di sisi kiri, menyisakan jalur sempit yang berisiko dilalui. 

Beberapa drum bekas dan police line dipasang sebagai penanda darurat. Warga yang melintas pun harus ekstra hati-hati, terutama pengendara roda dua yang masih nekat melewati jalur tersebut.

Baca juga: Longsor Ancam Tiga Rumah di Manleten Belu, Warga Diminta Segera Mengungsi

Jalur ini merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Lasiolat, Raihat, Lamaknen, dan Kecamatan Lamaknen Selatan. 

Sejak longsor terjadi, kendaraan roda empat hingga kendaraan berat tidak lagi dapat melintas.

Untuk menghindari risiko kecelakaan, Pemerintah Desa bersama aparat Kepolisian Polsek Tasifeto Timur memberlakukan pengalihan arus lalu lintas. Kendaraan roda empat dan angkutan umum diarahkan melewati jalur alternatif yang berada tepat di samping ruas jalan yang longsor.

“Jalannya tidak diperkenankan untuk kendaraan besar lagi. Hanya bisa kendaraan roda dua, sementara kendaraan umum sudah dialihkan ke jalur alternatif di samping jalan longsor,” ujar Dami, warga setempat. 

Ia menjelaskan, kerusakan jalan semakin parah akibat tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. 

Struktur tanah yang labil membuat longsor terus meluas dan menggerus bahu jalan.

Ia berharap pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi, segera melakukan penanganan serius agar akses utama tersebut dapat kembali normal dan aman dilalui. (gus)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved