Selasa, 5 Mei 2026

Kupang Terkini

Prof Reinner Ishaq Lerrick: Jauhi Perpecahan

Ribuan umat Muslim memadati Lapangan Lanud El Tari Kupang untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Sabtu (21/3) pagi.

Tayang:
POS-KUPANG.COM/ONONG BORO
SHOLAT ID - Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1446 Hijriah di Lapangan Mapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Kota Kupang, Sabtu (21/3/2026), berlangsung dengan penuh khusyuk dan khidmat. Sejak pagi hari, ribuan umat Muslim mulai memadati lokasi untuk menunaikan ibadah hari kemenangan tersebut. 

"Idul Fitri juga menjadi ruang untuk saling memaafkan, menghapus sekat-sekat perbedaan, serta memperkuat persatuan, khususnya di Manggarai Barat yang kita cintai bersama. Semangat gotong royong, toleransi, dan kedamaian harus terus kita jaga sebagai bagian dari ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin," ujar Abdul Hamid.

Fitrah, seorang muslimah yang ditemui di lokasi menuturkan bahwa Idul Fitri ini sangat berarti untuk dirinya memulihkan kembali niat dan semua yang ingin dicapai kedepannya. Sekaligus momen untuk kembali membina diri bersama sesama, manakala ada sifat yang salah di hari yang lalu.

Di Atambua, Sholat Idul Fitri dilaksanakan di pelataran umum Simpang Lima Atambua, Kabupaten Belu. Sholat Idul Fitri tersebut dipimpin Ustadz Riski Abdillah, dengan khatib Ustadz Dr. Muhammad Erfin Beddu, serta dihadiri ribuan umat muslim. 

Pantauan Pos Kupang, sejumlah mahasiswa Katolik dari Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Santo Petrus Keuskupan Atambua turut ambil bagian dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama aparat TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Belu.

Dalam khutbahnya, Khatib Dr. Muhammad Erfin Beddu mengajak umat Islam menjadikan Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk kembali kepada Allah SWT dengan hati yang bersih serta memperbaiki hubungan dengan sesama.

“Jangan tunda untuk kembali kepada Allah. Betapapun besar dosa kita, rahmat Allah jauh lebih luas. Hari ini adalah kesempatan untuk membersihkan hati dan memulai kembali dengan penuh harapan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga dan merajut kembali hubungan kekeluargaan yang sempat renggang akibat kesalahpahaman maupun ego.

“Sering kali kita mudah tersenyum kepada orang lain, namun justru menjaga jarak dengan saudara sendiri. Jangan biarkan ego memutuskan ikatan darah. Mulailah dari diri kita, meski hanya dengan satu kata sederhana: maaf,” katanya.

Sholat Depan Gereja

Ribuan umat muslim di Maumere juga merayakan sholat ied di Lapangan Kota Baru, Maumere. Lokasi tersebut terletak tepat di depan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Kalvari Maumere. 

Sejak fajar menyingsing, gema takbir yang bersahutan tepat di depan GMIT Kalvari Maumere mengiringi langkah ribuan jemaah untuk mengisi barisan dalam shalat berjamah guna menunaikan ibadah dengan khidmat.

Pantauan Pos Kupang di lokasi, suasana ibadah didukung cuaca cerah berawan yang menyelimuti wilayah Maumere. Hal ini membuat ribuan jemaah dapat melaksanakan shalat Idul Fitri dengan lancar hingga akhir.

Bertindak sebagai imam shalat adalah Ustadz Ahmad Shale, sementara Ustadz Al-Amin menyampaikan khutbah yang menyentuh hati.

Dalam khutbahnya yang bertajuk "Air Mata Fitri: Pesan Langit untuk Berbakti Sebelum Terlambat", Ustadz Al-Amin mengajak jemaah untuk merenungi makna kemenangan sekaligus perpisahan dengan bulan Ramadhan. 

Ia menekankan bahwa esensi Idul Fitri bukan sekadar kegembiraan, melainkan momentum untuk bertaubat dan memperbaiki hubungan dengan sesama, terutama orang tua.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved