Ngada Terkini
Bunda Julie Ingatkan Bahaya Provokasi Media Sosial
Sejak menjabat untuk periode kedua, sosok yang akrab disapa Bunda Julie itu tercatat telah tiga kali menggelar sosialisasi serupa
Ringkasan Berita:
- Isu konflik global seperti perang antara Israel dan Iran dinilai berpotensi memecah belah masyarakat jika disikapi secara keliru
- Melalui sosialisasi tersebut, Julie menekankan pentingnya menjaga semangat nasionalisme di tengah dinamika politik global dan nasional yang kian memanas
- Bunda Julie itu tercatat telah tiga kali menggelar sosialisasi serupa di Kabupaten Ngada, belum termasuk kegiatan di daerah lainnya
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar
POS-KUPANG.COM, BAJAWA – Isu konflik global seperti perang antara Israel dan Iran dinilai berpotensi memecah belah masyarakat jika disikapi secara keliru, terutama melalui media sosial.
Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digelar anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat di Desa Warupele II, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Selasa (24/03/2026).
Sejak menjabat untuk periode kedua, sosok yang akrab disapa Bunda Julie itu tercatat telah tiga kali menggelar sosialisasi serupa di Kabupaten Ngada, belum termasuk kegiatan di daerah lainnya.
Ia dikenal aktif turun langsung ke masyarakat, baik melalui kunjungan maupun program aspirasi dan bantuan personal.
Kegiatan kali ini dihadiri Ketua DPD NasDem Ngada Moses Jala, Camat Inerie Ferdinandus Ria, serta para kepala desa dari lima desa di wilayah tersebut, yakni Desa Warupele II, Warupele I, Waebela, Nage Baru, dan Ena Bhara. Sebanyak 130 peserta dari 10 desa turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Melalui sosialisasi tersebut, Julie menekankan pentingnya menjaga semangat nasionalisme di tengah dinamika politik global dan nasional yang kian memanas.
Ia mengajak masyarakat untuk terus memperkuat persatuan serta membangun gotong royong, baik dalam aspek sosial maupun ekonomi.
“Indonesia harus tetap kuat sebagai negara kesatuan. Jangan sampai terpecah hanya karena isu-isu yang berkembang, apalagi yang belum tentu benar,” pesan Julie melalui tenaga ahlinya.
Camat Inerie, Ferdinandus Ria, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi di media sosial.
Baca juga: Ngada Targetkan Diri Jadi Pusat Pembibitan Kelapa 500.000, Bibit Mulai Disemai, Bisakah?
Menurutnya, isu konflik seperti perang Israel–Iran kerap digiring dengan narasi agama yang dapat memicu perpecahan hingga ke tingkat masyarakat bawah.
“Jangan sampai kita di daerah ikut terpecah hanya karena isu global yang tidak kita pahami secara utuh. Kita harus tetap menjaga persatuan,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Dina Mariana Ila, menilai kegiatan sosialisasi ini sangat penting sebagai pengingat bagi masyarakat untuk terus hidup rukun.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar nilai-nilai persatuan, saling menghormati, dan toleransi tetap terjaga di tengah masyarakat. (cha)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Kementerian Pertanian RI Tinjau Program Pertanian dan Pembibitan Kelapa di Ngada |
|
|---|
| Mahasiswa STIPER Flores Bajawa KKN Tematik di 10 Desa, Fokus Ketahanan Pangan |
|
|---|
| Sembako Stabil di Pasar Bobou Bajawa, Harga Minyak Goreng dan Gas Elpiji Naik |
|
|---|
| Pedagang di Pasar Bobou Bajawa Ngada Keluhkan Pembeli Sepi Sejak ada MBG |
|
|---|
| Polsek Soa Ngada Patroli Harga Sembako di Pasar Rakyat Soa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Anggota-DPR-RI-Kembali-gelar-sosialisasi-4-pilar-Pancasila-di-Desa-Warupele-II.jpg)