Kota Kupang Terkini
Pemuda Katolik Komcab Kupang 'Bongkar' Dokumen Vos Estis Lux Mundi
Diskusi interaktif itu menghadirkan Prof. Dr. Fransiskus Bustan dan RP. Dr Viktor Doddy Sau Sasi, CMF selaku narasumber.
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pemuda Katolik Komcab Kota Kupang kembali menggelar diskusi interaktif sebagai ruang refleksi dan dialog bagi orang muda.
Diskusi yang membedah tema “Terang di Balik Kegelapan: Memaknai Dokumen Vos Estis Lux Mundi (VELM) dalam implementasinya bagi Hidup Menggereja" itu digelar di Aula Istana Keuskupan Agung Kupang, Sabtu (21/3/2026).
Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Kupang Valentinus K. Masan menyebut diskusi tersebut menjadi momentum penting untuk memperdalam pemahaman umat, khususnya kaum muda, terhadap semangat pembaruan Gereja dalam membangun transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan terhadap martabat manusia.
Baca juga: Uskup Agung Kupang Lantik Pengurus Pemuda Katolik Komcab Rote Ndao Periode 2025-2028
Diskusi interaktif itu menghadirkan Prof. Dr. Fransiskus Bustan dan RP. Dr Viktor Doddy Sau Sasi, CMF sebagai narasumber.
Keduanya mengupas secara kritis sekaligus reflektif makna dan implementasi dokumen Vos Estis Lux Mundi dalam kehidupan menggereja saat ini.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para narasumber yang telah berkenan hadir dan berbagi pengetahuan, serta kepada Pemerintah Kota Kupang yang terus mendukung kegiatan pembinaan generasi muda," ungkap Valentinus.
Dosen STIPAS Keuskupan Agung Kupang itu menyebut pihaknya berharap agar melalui kegiatan tersebut dapat lahir pemahaman yang lebih mendalam sekaligus komitmen nyata, khususnya bagi kaum muda, untuk menjadi terang di tengah kehidupan menggereja dan masyarakat.
Sementara Pastor Moderator RD. Andreas J. Alo'a menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi iman yang kritis dan bertanggung jawab.
"Kita semua panggil untuk semakin membangun kehidupan menggereja yang berakar pada kebenaran, keadilan, dan kasih," sebut RD Andreas.
Perkembanan teknologi membuat anak muda hilang arah bahkan tidak kritis dalam menyikapi kasus yang viral dan populer di media online.
"Karena itu, melalui kegiatan tersebut, kita mau meyakinkan mereka agar tidak terpengaruh, tetap tenang dan percayakan pada hirarki yang mengatur sesuai dokumen yang berlaku," ungkap RD Andreas.
Pastor Kuasi St. Petrus Manulai II itu menyebut Pemuda Katolik juga harus peka dan membuka ruang diskusi agar tidak saling curiga dan menghakimi.
"Gereja dipanggil untuk menjadi terang, bukan hanya dalam pewartaan, tetapi juga dalam keberanian untuk membenahi diri, menjaga martabat setiap pribadi, serta menghadirkan rasa aman bagi semua umat," kata RD Andreas.
Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Johanes Don Bosco Assan yang mewakili Wali Kota Kupang, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan diskusi interaktif itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Peserta-dialog-interaktif-yang-digelar-Pemuda-katolik-Komcab-Kota-Kupang-di-Aula-KAK.jpg)