Sumba Barat Daya Terkini
Hendak Melerai, Pria di Tambolaka Dicekik dan Dipukul hingga Luka
Apes menimpah Jamal Wungo, warga Lede Giring, Desa Radamata Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Jumat 13 Maret 2026.
Penulis: Petrus Piter | Editor: Apolonia Matilde
Ringkasan Berita:
- Jamal Wungo, warga Desa Radamata, Sumba Barat Daya, menjadi korban pengeroyokan saat hendak melerai perkelahian setelah mendengar teriakan minta tolong dari tetangganya, Yusuf
- Ia diduga dipukul dan dicekik oleh Ustaz Astatan Abdulrahman bersama dua rekannya, hingga mengalami luka lecet di tangan dan kaki serta telah menjalani visum
- Jamal bersama Yusuf telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sumba Barat Daya dan meminta pelaku diproses hukum secara tegas
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter
POS-KUPANG.COM,TAMBOLAKA - Apes menimpah Jamal Wungo, warga Lede Giring, Desa Radamata Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Jumat 21 Maret.
Jalam yang berniat datang untuk melerai perkelahian akibat teriakan minta tolong Yusuf, tetangganya justru mendapatkan hadiah bogem mentah dari Ustad Astatan Abdulrahman bersama kedua temannya.
Akibat pukulan itu menyebabkan luka lecet pada kaki dan tangan serta cekikan di leher oleh para pelaku. Ia juga sudah melakukan visum ke rumah sakit.
Dan, secara resmi bersama Yusuf korban pemukulan lainnya melaporkan para pelaku ke Polres Sumba Barat Daya, Jumat 13 Maret 2026 sore. Jamal Wungo juga mengaku sudah diperiksa penyidik Polres Sumba Barat Daya.
Demikian disampaikan Jamal Wungo kepada POS-KUPANG.COM, di kediamannya di Ledegiring, Kamis 19 Maret 2026 sore.
Menurut Jamal Wungo, siang itu, ia sedang baring di rumah setelah baru pulang dari Sholad Jumat di Mesjid Al Fallah Waitabula sekitar pukul 13.00 wita.
Tiba-tiba saya mendengar teriakan minta tolong dari tetangganya. Seketika bangun, berlari keluar dengan membawa sepotong kayu ke arah sumber suara.
Begitu sampai, melihat ustaz Astatan dan kedua temannya sedang memukul Yusuf di halaman depan rumah Yusuf.
"Saya sampaikan kalau ada persoalan sebaiknya dibicarakan baik-baik. Belum selesai berbicara, Ustaz Astatan menyambar saya dengan penuh emosi, seketika juga salah seorang temanya menyeruduk hingga terjatuh ke tanah," katanya.
Salah seorang pelaku mengambil kayu memukul mengenai kaki kanannya dan kedua tangan hingga lecet. Sementara seorang pelaku lain mencekiknya.
Saat itu, ia tidak bisa melawan tetapi hanya berusaha menangkis dengan menggunakan sepotong kayu yang dibawahnya agar pukulan para pelaku tidak mengenai kepalanya.
Peristiwa itu tidak hanya menimpanya tetapi juga istrinya yang mendapat caci maki dari pelaku. Para pelaku nampak emosional dan mengeluarkan kata-kata tak sopan.
Atas kejadian itu, ia telah melapor ke Polres Sumba Barat Daya, Jumat 13 Maret 2026 sore. Ia meminta penyidik Polres Sumba Barat Daya memproses para pelaku sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
Kepolisian diminta harus bertindak tegas memproses para pelaku demi memberikan rasa keadilan bagi korban pemukulan.
Sementara itu Ustaz Astatan Abdulrahman yang dikonfirmasi melalui pesan whatsApp, Kamis 19 Maret 2026 malam mengatakan sedang dalam perjalanan.
Ia meminta waktu, Jumat 20 Maret 2026, baru akan memberikan keterangan. Namun sampai siang ini, belum mendapat kabar dari pak Ustaz Astatan pula.
Sementara itu Yusuf, korban pemukulan pelaku yang dikonfirmasi via whatsApp, Kamis, 19 Maret 2026 malam mengatakan meminta wartawan menanyakan langsung kepada para pelaku karena tidak mengetahui alasan ketiga pelaku mendatangi rumahnya dan memukulnya, Jumat 20 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 wita.
Sementara itu Kasie Humas Polres Sumba Barat Daya, Bernardus Mbili Kandi yang dikonfirmasi ke telepon selulernya membenarkan kejadian itu. Ia meminta waktu dan akan memberikan keterangan lebih rincil nanti. (pet)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Korban-pemukulan-Jamal-Wungo-memberi-keterangan.jpg)