Minggu, 3 Mei 2026

Kabupaten Kupang Terkini

Diduga Terseret Arus Saat Seberangi Kali, Motor Yeri Tamelab Ditemukan 500 Meter dari Jasad

Hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 24 jam sebelum ditemukan.

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/POS.KUPANG/HO
JASAD - Warga Desa Fatunaus, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di aliran Sungai Faisani, RT 012 RW 005 Dusun IV, Minggu (15/3/2026) petang. 

 


Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Alexandro Novaliano Demon Paku

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Polisi menduga kematian Yeri Tamelab (34), pria yang ditemukan meninggal di aliran Sungai Faisani, Desa Fatunaus, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, berkaitan dengan kecelakaan saat menyeberangi kali menggunakan sepeda motor.

Data yang di Peroleh POS.KUPANG dari Humas Polres Kupang, Senin (16/3/2026), Korban diketahui berangkat dari Kota Kupang pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 06.00 WITA menggunakan sepeda motor trail jenis Honda CRF menuju Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut.

Ia berencana menemui ayah dari istrinya di desa tersebut. Namun sejak Sabtu sore sekitar pukul 17.00 WITA, korban sudah tidak dapat dihubungi oleh keluarganya.

Setelah jasad korban dievakuasi ke Rumah Sakit Pratama Naikliu untuk pemeriksaan luar, personel Polsek Amfoang Utara kembali ke lokasi kejadian untuk mencari sepeda motor milik korban.

Sepeda motor tersebut akhirnya ditemukan di dalam aliran Sungai Faisani dengan jarak sekitar 50 meter dari jalan raya. Sementara jasad korban ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi sepeda motor tersebut.

Hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 24 jam sebelum ditemukan.

Baca juga: Jasad Pria Ditemukan di Sungai Faisani Bikin Warga Fatunaus Geger

Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka, di antaranya luka terbuka pada bagian depan kepala sekitar 5x4 cm serta luka terbuka pada bagian belakang kepala sekitar 2x4 cm.

Selain itu terdapat luka lecet pada lengan kanan, bagian perut, pinggang kiri dan pantat kanan. Wajah korban juga mengalami pembengkakan dan memar, sementara leher bagian kanan serta pinggang kanan diduga mengalami patah.

Di lokasi kejadian, polisi juga mengamankan sejumlah barang milik korban berupa satu unit sepeda motor Honda CRF DH 5091 CP, celana panjang jeans berwarna biru, kantong plastik merah putih berisi dua bungkus kopi dan biskuit, serta satu buah helm berwarna hitam.

Pemeriksaan medis awal dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Naikliu yakni Simon Rondo, S.Kep., Ners dan John Huru, A.Md.Kep.

Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan resmi.

Dari analisa sementara, korban diduga meninggal dunia akibat terseret arus banjir saat mencoba menyeberangi kali menggunakan sepeda motor. Dalam beberapa hari terakhir wilayah Amfoang diketahui diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi sehingga debit air sungai meningkat.

Jenazah korban selanjutnya dibawa pihak keluarga dari Rumah Sakit Pratama Naikliu untuk dipulangkan ke Kota Kupang dan dimakamkan.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi sungai atau jalur rawan banjir, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu. (nov)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved