Manggarai Terkini
Rumah Gendang dan Satu Unit Rumah Warga di Benteng Tubi Manggarai Rusak Diterjang Angin Kencang
Rumah Gendang dan Satu Unit Rumah Warga di Benteng Tubi Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur, rusak diterjang angin kencang
Penulis: Robert Ropo | Editor: Adiana Ahmad
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
Ringkasan Berita:
- Cuaca ekstrem yang melanda Manggarai sepekan terakhir telah menyebabkan Rumah Gendang dan Satu Unit Rumah Warga di Benteng Tubi rusak.
- Rumah warga tersebut rusak diterjang angin kencang.
- Pemkab Manggarai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai melakukan peninjauan langsung ke lokasi rumah yang mengalami kerusakan
POS-KUPANG.COM, RUTENG - Rumah Gendang dan Satu Unit Rumah Warga di Benteng Tubi Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur, rusak diterjang angin kencang.
Peristiwa itu terjadi akibat cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang di wilayah Kabupaten Manggarai beberapa pekan terakhir mengakibatkan 1 unit rumah gendang dan 1 rumah warga rusak diterpa angin kencang.
Sekretaris Desa Benteng Tubi, Agustinus Ganggar, menerangkan, kerusakan tersebut dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Manggarai selama kurang lebih dua minggu terakhir sejak awal hingga pertengahan Maret 2026.
"Akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah ini selama dua minggu terakhir, beberapa rumah warga mengalami kerusakan cukup parah, termasuk Rumah Adat Gendang Redong dan rumah warga di Dusun Langkas,"ujarnya.
Baca juga: Cuaca Ekstrem, Warga yang Tinggal di Bantaran Kali di Kabupaten Kupang Diminta Waspada
Agustinus menerangkan, Rumah Adat Gendang Redong diketahui dihuni oleh delapan kepala keluarga. Sementara itu, rumah warga di Dusun Langkas yang berukuran sekitar 7 x 9 meter dihuni oleh empat kepala keluarga.
Bangunan tersebut merupakan rumah kayu yang dibangun sejak tahun 1986 atau telah berusia sekitar 40 tahun. Sehingga kondisi rumah tersebut saat ini sudah tidak layak huni.
Selain faktor usia bangunan yang sudah tua, rumah tersebut juga dihuni oleh empat kepala keluarga dengan mayoritas penghuni merupakan warga lanjut usia.
"Kami berharap keluarga yang tinggal di rumah ini bisa mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Manggarai karena kondisi rumahnya sudah tidak layak huni dan penghuninya sebagian besar lansia,"ungkap Agustinus.
Agustinus mengatakan, selama ini Pemerintah Desa Benteng Tubi tetap berupaya membantu masyarakat melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Namun bantuan tersebut biasanya diberikan kepada warga yang rumahnya memang sudah tidak layak huni serta memiliki kesiapan material dasar untuk membangun rumah baru.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Sebabkan Jaringan Listrik 20 KV Rusak, Sejumlah Wilayah di Manggarai Alami Pemadaman
BPBD Turun Tinjau
Pemkab Manggarai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai melakukan peninjauan langsung ke lokasi rumah yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem di Dusun Redong dan Dusun Langkas, Desa Benteng Tubi.
Peninjauan lapangan tersebut dilakukan bersama Pemerintah Desa Benteng Tubi untuk melihat secara langsung kondisi rumah yang terdampak serta melakukan pendataan awal terhadap kerusakan yang terjadi. Dalam kegiatan ini, tim BPBD didampingi perangkat Desa Benteng Tubi.
Berdasarkan hasil peninjauan di lokasi, kerusakan terjadi pada Rumah Adat Gendang Redong di Dusun Redong serta satu unit rumah warga di Dusun Langkas. Kerusakan yang dialami berupa bagian atap seng yang rusak serta beberapa bagian kayu bangunan yang mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang.
Baca juga: Selain 3 Bibit Siklon Tropis,BMKG Sebut Sejumlah Dinamika Atmosfer Turut Memicu Cuaca Ekstrem di NTT
Melalui peninjauan ini, BPBD Kabupaten Manggarai akan melakukan pendataan lebih lanjut sebagai dasar koordinasi dengan pemerintah daerah guna menentukan langkah penanganan serta bantuan yang dapat diberikan kepada warga terdampak.
Kepala BPBD Kabupaten Manggarai Stefanus Tawar, Minggu 15 Maret 2026, mengatakan, terkait bantuan akan dikaji lebih dahulu tergantung tingkat kerusakan masing-masing rumah dan juga sesuai anggaran yang tersedia.
"Tergantung angggaran, nanti kami kaji terlebih dahulu," ujarnya. (rob)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Tim-BPBD-bersama-pemerintah-Desa-Benteng-Tubi-tinjau-rumah-warga-yang-rusaK.jpg)