Belu Terkini
Bupati Belu Tekankan Peran PGRI Kejar Anak Putus Sekolah dan Perbaiki Mutu Pendidikan
Selain itu, Bupati Belu meminta pengurus PGRI mendata jumlah siswa yang telah lulus SD dan memastikan mereka mendaftar ke jenjang SMP
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
- Bupati Belu willybrodus Lay minta peran PGRI agar mengejar anak putus sekolah dan memperbaiki mutu pendidikan
- Penegasan tersebut disampaikan Bupati Belu saat memimpin pertemuan bersama pengurus PGRI Belu
- Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan PGRI Kabupaten Belu yang baru dilantik
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Bupati Belu, Willybrodus Lay menekankan peran strategis organisasi guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Belu.
Ia meminta jajaran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) hingga tingkat kecamatan aktif memastikan anak-anak tetap melanjutkan pendidikan serta meningkatkan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung sejak dini.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Belu saat memimpin pertemuan bersama pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Belu dan pengurus cabang dari 12 kecamatan di ruang kerja Bupati Belu, Rabu (11/3/2026).
Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves.
Baca juga: Berkas Perkara Kasus Piche Kota cs, Kapolres Belu Klaim Tidak Tolerir Kejahatan Terhadap Anak
Dalam kesempatan itu, Ketua PGRI Kabupaten Belu, Yanuarius Wadan melaporkan bahwa Konferensi Daerah PGRI Kabupaten Belu untuk pemilihan dan pelantikan ketua serta pengurus harian dan bidang telah dilaksanakan pada 13 Desember 2025.
Kepengurusan baru tersebut juga telah dikukuhkan oleh PGRI Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Willybrodus Lay meminta para ketua PGRI cabang di 12 kecamatan berperan aktif memastikan lulusan Sekolah Dasar (SD) melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Saya minta ketua PGRI Belu dan ketua cabang di 12 kecamatan mengejar murid dan orang tua agar anak-anak tetap melanjutkan sekolah. Masih banyak murid SD yang belum bisa membaca dan menulis dengan baik,” tegasnya.
Ia juga berencana menggelar pertemuan khusus bersama seluruh guru di 12 kecamatan guna menegaskan kewajiban memberikan latihan menulis kepada siswa, khususnya bagi murid kelas 1 hingga kelas 5 SD.
Selain itu, Bupati Belu meminta pengurus PGRI mendata jumlah siswa yang telah lulus SD dan memastikan mereka mendaftar ke jenjang SMP.
“Saya tekankan kepada ketua dan sekretaris PGRI agar memerintahkan setiap ketua cabang di 12 kecamatan untuk mendata murid yang tamat SD dan yang akan mendaftar ke SMP,” ujarnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Belu, termasuk penguatan kemampuan dasar siswa sejak dini.
Ia berharap siswa SD mulai diperkenalkan dengan kemampuan berhitung menggunakan bahasa Inggris serta tetap mempelajari bahasa daerah Belu sebagai bagian dari pelestarian budaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bupati-Belu-Willy-Lay-meminta-PGRI-kejar-anak-putus-sekolah.jpg)