Selasa, 14 April 2026

TTU Terkini

Pelintas Batas di PLBN Napan, Kabupaten TTU Stagnan

Tidak hanya menjadi akses perlintasan orang, barang dan kendaraan, PLBN Napan juga menjadi titik kegiatan, ekspor-impor di wilayah perbatasan RI-RDTL

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan, Don Gaspar Ukat 
Ringkasan Berita:
  • Pelintas batas di PLBN Napan Kabupaten TTU saat ini stagnan
  • Pelintas batas Bulan Januari dan Februari 2026 ini sama dengan Bulan Januari dan Februari tahun 2025 lalu 
  • Perlintasan orang setiap hari bersifat fluktuatif

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan, Don Gaspar Ukat menyebut, jumlah pelintas batas negara tahun 2025 dan 2026 ini stagnan.

Sejauh ini jumlah pelintas batas Bulan Januari dan Februari 2026 ini sama dengan Bulan Januari dan Februari tahun 2025 lalu.

"Kita baru memasuki bulan ketiga. Tetapi kurang lebih sama. Jumlah pelintas 2 bulan terakhir sama dengan Bulan Januari dan Februari para tahun 2025 lalu," ungkapnya, Minggu, 8 Maret 2026.

Ia menegaskan, berdasarkan persentase, 60 persen warga Timor Leste masuk ke Negara Indonesia dan 40 % warga Indonesia yang masuk ke Negara Timor Leste khususnya Distrik Oecusse.

Baca juga: Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Pos Napan Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal ke Timor Leste 

Tidak hanya menjadi akses perlintasan orang, barang dan kendaraan, PLBN Napan juga menjadi titik kegiatan, ekspor-impor di wilayah perbatasan RI-RDTL.

Kegiatan ekspor dari Indonesia ke Timor Leste setiap pekan dilaksanakan 2 kali.

Sedangkan kegiatan impor dari Timor Leste ke Indonesia dilaksanakan 1 bulan sekali. Komoditas ekspor meliputi suku cadang kendaraan, bahan bangunan, air mineral kemasan, alat elektronik dan sembako.

Don menerangkan, perlintasan orang setiap hari bersifat fluktuatif. Pada Hari Jumat, perlintasan orang dari Indonesia ke Timor Leste meningkat. Pasalnya, jadwal pasar di wilayah Tono Timor Leste dilaksanakan pada Hari Jumat.

Sedangkan pada Hari Senin sampai Kamis, biasanya pelintas dari Indonesia ke Timor Leste maupun sebaliknya berkisar 60 sampai 70 orang. Pada hari pasar, pelintas biasanya mencapai 100 sampai 150 orang.

"Itu khususnya yang masuk ke Timor Leste maupun yang keluar ke Indonesia," ucapnya.

Pada umumnya, kata Don, mayoritas pelintas dari Timor Leste melakukan perjalanan ke Indonesia maupun sebaliknya untuk menghadiri urusan keluarga. Pasalnya, mayoritas masyarakat Indonesia dan Timor Leste di wilayah perbatasan memiliki hubungan keluarga.

"Ada urusan kematian, urusan pernikahan dan urusan adat istiadat," pungkasnya. (bbr)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved