Kupang Terkini
Ini Alasan Warga Sumlili Lakukan pemblokiran Jalan Utama
Warga Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, melakukan aksi pemblokadean akses jalan di Dusun 2 RT 5 RW 3, Rabu (4/3).
Ia menambahkan, dampak penutupan jalan juga dirasakan sektor pendidikan dan kesehatan. Di wilayah tersebut terdapat dua PAUD, satu SMP, dua SD, serta satu Pustu yang ikut terdampak. Bahkan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah di wilayah tersebut sempat terhambat akibat aksi tersebut.
“Kalau pemerintah tidak memberikan jawaban pasti, kami tetap tutup jalan ini. Bukan ada tindakan politik atau apa, ini murni spontan dari masyarakat karena kecewa,” tandas Stef.
Camat Kupang Barat, Villy Nakamnanu, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kupang terkait persoalan tersebut. “Ini sudah menjadi catatan dan kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah kabupaten. Pastinya ada survei dari dinas terkait untuk melihat aktivitas di tempat ini,” ujarnya.
Villy mengaku pihaknya juga sudah turun langsung ke lapangan sebelum aksi pemblokadean terjadi.
“Kami sudah turun lapangan, bukan hari ini baru datang. Kami bertemu dengan, kepala desa, dan masyarakat untuk didiskusikan bersama supaya aktivitas anak-anak ke sekolah dan aktivitas lainnya tidak terhambat,” jelasnya.
Ia berharap masyarakat tetap tenang sembari menunggu koordinasi lanjutan antara pemerintah daerah dan dinas terkait guna mencari solusi atas persoalan tersebut.
Janji Tindak Lanjut
Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Alfons Ganggas, bertemu langsung dengan warga Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, menyusul aksi pemblokiran jalan di Dusun 2 RT 05/RW 03.
Pertemuan tersebut berlangsung di lokasi jalan rusak dan dihadiri Camat Kupang Barat serta tokoh masyarakat setempat. Dalam dialog itu, warga menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan yang rusak selama puluhan tahun dan menuntut kepastian status ruas dimaksud.
"Saya datang dihubungi langsung Camat Kupang Barat. Tentunya saya datang juga sebagai masyarakat Kabupaten Kupang,Terima kasih untuk bapak dan mama yang sudah menyampaikan masukan,” ujar Alfons di hadapan warga.
Alfons mengatakan seluruh masukan warga telah dicatat dan akan segera dilaporkan kepada pimpinan daerah.
“Semua aspirasi sudah kami dengar dan catat. Secara fisik memang kondisi jalan ini memprihatinkan. Kami akan sampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti bersama instansi teknis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, panjang ruas yang menjadi keluhan warga berkisar 5 sampai 6 kilometer dan memerlukan penanganan serius. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan dinas teknis guna memastikan status jalan serta langkah penanganan yang dapat dilakukan.
“Setelah dari sini saya akan sampaikan kepada Pak Sekda. Dan Secepatnya Pak Bupati pulang saya sampaikan, biasanya beliau langsung turun lapangan. Jadi saya akan laporkan supaya bisa ditindaklanjuti,” katanya.
Ia mengatakan bahwa saat ini, Bupati Kupang, Yosef Lede, bersama Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kupang masih berada di Jakarta dalam rangka perkuat sinergi pembangunan dengan kementerian dan lembaga pusat.
Alfons berharap, sepulangnya dari Jakarta, Bupati dapat langsung bertemu masyarakat di lokasi guna melihat kondisi riil jalan dimaksud. (nov)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| Kapolres Kupang: Mintalah Hikmat Dari Tuhan, Pasca Kerusuhan di Kabupaten Kupang |
|
|---|
| Jalur Alternatif Asam Tiga Resmi Dibuka, Akses Masyarakat Kembali Tersambung |
|
|---|
| Prof Reinner Ishaq Lerrick: Jauhi Perpecahan |
|
|---|
| Kasus Remaja Tenggelam di Nekamese Jadi Peringatan, Polisi Pesan Hal ini ke Setiap Orang Tua |
|
|---|
| Jasad Pria Ditemukan di Sungai Faisani Bikin Warga Fatunaus Geger |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Warga-Desa-Sumlili-Kupang-Barat-Blokir-Jalan.jpg)