Sabtu, 11 April 2026

Kupang Terkini

Ini Alasan Warga Sumlili Lakukan pemblokiran Jalan Utama

Warga Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, melakukan aksi pemblokadean akses jalan di Dusun 2 RT 5 RW 3, Rabu (4/3).

POS-KUPANG.COM/ALEXANDRO NOVALIANO DEMON PAKU
BLOKIR JALAN - Warga Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang memblokir jalan, Rabu (4/3/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Warga Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, melakukan aksi pemblokadean akses jalan di Dusun 2 RT 5 RW 3, Rabu (4/3).
  • Aksi tersebut dipicu kondisi jalan rusak yang sudah berlangsung lebih dari 20 tahun tanpa realisasi perbaikan.
  • Salah satu warga, Stef Manafe, mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah berulang kali diusulkan dalam musyawarah desa hingga musyawarah kecamatan, namun hingga kini belum ada tindak lanjut dari pemerintah.

 

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Warga Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, melakukan aksi pemblokadean akses jalan di Dusun 2 RT 5 RW 3, Rabu (4/3).

Aksi tersebut dipicu kondisi jalan rusak yang sudah berlangsung lebih dari 20 tahun tanpa realisasi perbaikan.

Salah satu warga, Stef Manafe, mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah berulang kali diusulkan dalam musyawarah desa hingga musyawarah kecamatan, namun hingga kini belum ada tindak lanjut dari pemerintah.

“Setiap tahun kami usulkan, baik lewat musdes maupun muscam, tetap diajukan dan disampaikan, tapi tidak pernah ada realisasi sampai saat ini,” ujar Stef kepada Pos Kupang, Rabu (4/3) di lokasi pemblokiran jalan.

Menurutnya, jalan tersebut menjadi akses utama bagi berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pertanian, pertambangan, pendidikan hingga pelayanan kesehatan.

“Kami di sini semua akses, baik pertanian, pertambangan, pendidikan, kesehatan, semua lewat jalan ini. Keluhan kami harus ada respon dari pimpinan setempat,” tegasnya. 

Di wilayah Desa Sumlili sendiri beroperasi sejumlah perusahaan pertambangan dan pengolahan material seperti PT Alam Indah dan beberapa perusahaan lain, yang memproduksi batu pecah, kerikil dan material bangunan lainnya.

Aktivitas distribusi material tersebut menggunakan akses jalan desa yang kini dalam kondisi rusak parah. Warga tidak menolak keberadaan aktivitas perusahaan, namun berharap ada keseimbangan antara kegiatan masyarakat sekitar dan pembangunan infrastruktur yang digunakan bersama.

“Material dari desa kami dibawa keluar setiap hari. Kami hanya ingin ada perhatian juga terhadap kondisi jalan yang menjadi akses utama masyarakat,” kata Stef.

Menurutnya, potensi penerimaan daerah dari aktivitas pertambangan material tersebut cukup besar.Namun hingga kini, jalan utama sepanjang 5,3 kilometer tetap rusak parah dan menyulitkan mobilitas warga.

Stef juga meminta anggota DPRD Kabupaten Kupang khususnya dari dapil Kupang Barat sebagai perwakilan rakyat lebih serius memperhatikan kondisi tersebut. Masyarakat sudah menyampaikan aspirasi dalam berbagai pertemuan, namun sampai saat ini belum ada tindakan nyata.

“Kami harapkan para dewan juga bisa memberikan saran positif dan menyampaikan kepada pemerintah terkait kondisi jalan kami,” katanya.

Selain menuntut perbaikan, warga juga meminta kejelasan status jalan yang hingga kini simpang siur antara kewenangan kabupaten dan provinsi.

“Kami minta Pak Bupati dan dinas terkait, termasuk pemerintah provinsi, memberikan kejelasan status jalan ini. Jujur, dari tahun ke tahun kami dipersulit dengan status jalan. Ada yang bilang ini jalan provinsi, ada juga yang bilang kabupaten,” ujarnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved