Ende Terkini
Lima Puskesmas di Ende Belum Miliki Dokter Umum
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena peran dokter di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sangat vital.
Ringkasan Berita:
- Lima puskesmas di Kabupaten Ende belum memiliki dokter umum, sementara dokter gigi di puskesmas hanya empat orang
- Plt Kadis Kesehatan, Maria Avelina Pani, menyebut solusi sementara dilakukan dengan sistem pemetaan dan penempatan dokter dari puskesmas yang memiliki dua dokter ke puskesmas yang kosong
- Pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran serta mengupayakan tambahan tenaga melalui program Nusantara Sehat (NS)
- Bupati Yosef Benediktus Badeoda menegaskan peningkatan kualitas layanan kesehatan
POS-KUPANG.COM, ENDE – Sebanyak lima puskesmas di Kabupaten Ende hingga saat ini belum memiliki dokter.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat peran dokter di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sangat vital sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Dokter di puskesmas tidak hanya berperan dalam pengobatan (kuratif), tetapi juga pencegahan (preventif) serta edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Maria Avelina Pani, menjelaskan, hingga kini masih terdapat sekitar lima puskesmas yang belum memiliki dokter umum.
“Untuk puskesmas masih sekitar lima yang belum ada dokter umum. Sementara dokter gigi di puskesmas hanya ada empat orang,” jelasnya, Kamis (26/2/2026).
Adapun sejumlah puskesmas yang mengalami kekosongan dokter umum di antaranya Puskesmas Loboniki, Ngalupolo, Ndona, Watunggere, Riaraja, serta Embuzozo.
Secara keseluruhan, jumlah dokter umum di puskesmas dan RS Tanali tercatat sebanyak 25 orang, sedangkan dokter gigi berjumlah empat orang.
Data tersebut belum termasuk dokter yang bertugas di rumah sakit lainnya.
Sebagai solusi jangka pendek, jelas dr. Maria Avelina Pani, Dinas Kesehatan Kabupaten Ende melakukan pemetaan (mapping) ketersediaan dokter umum di setiap puskesmas.
Puskesmas yang memiliki dua dokter akan diperbantukan ke puskesmas yang belum memiliki dokter.
"Misalnya, Puskesmas Onekore yang memiliki dua dokter, satu di antaranya diperbantukan ke Puskesmas Ndona. Begitu pula Puskesmas Ndetundora yang memiliki dua dokter, satu dokter diperbantukan ke Puskesmas Riaraja," jelasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran serta mengupayakan pemenuhan tenaga dokter melalui jalur Nusantara Sehat (NS).
Sementara itu, Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda dalam sambutannya saat meresmikan Puskesmas Ndona beberapa waktu lalu menegaskan, pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan
Orang nomor satu di Kabupaten Ende itu mengaku telah menerima berbagai laporan masyarakat terkait pelayanan puskesmas yang dinilai kurang baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Sebanyak-lima-puskesmas-di-Kabupaten-Ende-hingga-saat-ini-belum-memiliki-dokter.jpg)