Selasa, 12 Mei 2026

Manggarai Barat Terkini

FKUB Labuan Bajo Serukan Pentingnya Nilai Ekologi di Tengah Umat

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat mengajak semua umat untuk terus mengedepankan nilai ekologi.

Tayang:
POS-KUPANG.COM
AJAK - Ketua FKUB Labuan Bajo, RD. Richardus Manggu, mengajak semua umat untuk terus mengedepankan nilai ekologi di tengah kehidupan masyarakat. 
Ringkasan Berita:
  • FKUB Labuan Bajo mengajak seluruh umat mengutamakan nilai ekologi dalam kehidupan bermasyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan
  • Ketua FKUB, RD Richardus Manggu, menyoroti kerusakan alam di Labuan Bajo akibat sampah dan eksploitasi sumber daya yang merugikan masyarakat lokal
  • Umat diajak menyadari tanggung jawab bersama untuk melindungi ciptaan Tuhan dengan mengelola dan memelihara alam secara bijak
  • Kerukunan tidak hanya antar manusia, tetapi juga dengan lingkungan

 

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat mengajak semua umat untuk terus mengedepankan nilai ekologi di tengah kehidupan masyarakat.

Demikian dikatakan Ketua FKUB Labuan Bajo, RD Richardus Manggu,  saat dihubungi, Selasa (17/2/2026). Ia menuturkan saat ini umat tampaknya belum mampu mengakui bahwa kerusakan alam tidak memengaruhi semua orang dengan cara yang sama. 

Romo Richard mengatakan, alam itu sendiri terkadang direduksi menjadi alat tawar-menawar, komoditas yang dapat ditukar dengan keuntungan ekonomi atau politik. 

Akibatnya, ciptaan Tuhan berubah menjadi medan pertempuran untuk menguasai sumber daya vital.

"Kita melihat hal ini di daerah Labuan Bajo dan sekitarnya, yang dipenuhi sampah dan eksploitasi sumber daya berlebihan, yang merugikan masyarakat lokal dan merusak stabilitas sosial itu sendiri. Yang kita namakan dengan “tirani atas ciptaan” (Laudato Si’, 200)," terangnya.

Ia mengatakan, sekaranglah saatnya untuk bertindak. Panggilan sebagai umat untuk menjadi pelindung karya tangan Tuhan sangat penting bagi kehidupan yang berbudi luhur.

"Kita dipanggil untuk ‘mengolah dan memelihara’ taman dunia ini [lih. Kej 2:15]. Ini menyiratkan hubungan tanggung jawab bersama antara manusia dan alam," kata Romo Richard.

Ia mengatakan, kerukunan tidak hanya berlaku untuk sesama manusia, tetapi mencakup seluruh tatana penyangga kehidupan manusia itu sendiri. 

Kerukunan bukan hanya tanggung jawab tokoh agama atau pemerintah, melainkan komitmen bersama seluruh warga. 

Melalui sikap saling menghormati, komunikasi yang baik, dan kepedulian sosial, kita merawat Labuan Bajo sebagai rumah bersama yang damai, inklusif, ekologis, dan bermartabat.

"Karena kesadaran akan kelemahan diri mendorong manusia untuk bekerja bersama dengan orang lain. Kitab Suci mengajarkan bahwa dua orang lebih baik daripada satu, karena mereka saling menolong dan saling menguatkan," tutup Vikaris Jenderal Keuskupan Labuan Bajo itu. (moa)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved