Timor Tengah Selatan Terkini
Kades Puna Sebut Bendungan Temef Cukup Membantu Masyarakat
Kepala Desa Puna, Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nunu BK Fallo, sebut Bendungan Temef membantu masyarakat.
Ringkasan Berita:
- Kepala Desa Puna, Nunu BK Fallo, menyebut Bendungan Temef membantu peningkatan pertanian dan hasil panen warga
- Petani kini bisa menanam 2–3 kali setahun dan tidak lagi terganggu banjir saat musim hujan
- Pemanfaatan air bendungan belum optimal dan masih terkendala irigasi yang kadang rusak saat pintu bendungan dibuka
- Pemdes berharap Pemda menindaklanjuti pemanfaatan air baku, irigasi lanjutan, dan fungsi PLTA agar debit air lebih terkontrol
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok
POS-KUPANG.COM, SOE - Kepala Desa Puna, Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nunu BK Fallo, menyampaikan kehadiran Bendungan Temef telah membantu masyarakat Desa Puna di bidang pertanian.
"Yah kalau terbantu kita sudah terbantu degan adanya bendungan, hasil panen kita meningkat karena bisa ada aktivitas tanam di musim hujan. dibandingkan dulu belum ada bendungan maka musim hujan aktivitas tanam di sawah berhenti total, bahkan kadang padi yang sementara siap panen pun ketika banjir meluap kemudian merusak padi," jelas Nunu BK Fallo.
Nunu BK Fallo, menjelaskan, kondisi irigasi yang saat ini terdapat di Desa Puna masih terkendala. Hal ini karena pemanfaatan air bendungan menurutnya belum optimal, namun lebih baik dibandingkan sebelum ada Bendungan Temef.
"Pemanfaatan bendungan belum terlalu optimal, namun lebih baik daripada sebelum ada bendungan karena kalau hujan banjir maka kerusakan yang ditimbulkan lebih besar. Untuk sementara irigasi masih sedikit kendala karena pemanfaatan air bendungan belum begitu bagus. Jadi kadang pintu bendungan dibuka merusak irigasi di Desa Puna," jelasnya.
Nunu Bk Fallo, mengatakan, aktivitas pertanian lebih meningkat ketika menggunakan irigasi dari Bendungan Temef. Aktivitas pertanian ini meningkat karena petani bisa tanam dua sampai tiga kali, dan tidak kerepotan ketika banjir.
"Aktivitas pertanian di Desa Puna seperti biasa cuman ada sedikit peningkatan misalnya petani sawah, bisa tanam dua sampe tiga kali karena tidak banjir lagi. Selain itu irigasinya stabil dibandingkan belum ada bendungan karena disaat musim hujan dan air meluap dan merusak sawah masyarakat," jelasnya.
Ia menyampaikan, saat musim kemarau sekalipun, debit air di Desa Puna tetap stabil karena air pada bendungan sudah penuh. Sehingga aliran air melalui pembuangan cukup untuk peningkatan pertanian.
"Kalau dua tahun lalu itu yang sampai kekeringan karena bendungannya waktu itu tutup jadi kita alami kekeringan. Dengan kondisi ini kita sudah terbantu dengan adanya bendungan," ungkapnya.
Ia mengaku hasil panen juga ikut meningkat karena ada aktivitas tanam di musim hujan. Dibandingkan dengan kondisi sebelum ada bendungan Temef ini, saat musim hujan aktivitas tanam disawah berhenti total, bahkan terkadang padi yang siap panen pun berpotensi gagal panen akibat banjir meluap.
"Saran dari kami kalau dapat bisa ada tindak lanjut dari Pemda untuk pemanfaatan air baku. Selain itu, fungsi- fungsi lain seperti PLTA serta sambungan pipa irigasi ke lokasi yang dulunya pernah direncanakan sampai ke Noemuti dan Amanuban Timur ditindaklanjuti, sehingga debit air benar-benar terkontrol, tidak berpotensi meluap dan merusak tanaman masyarakat," jelasnya.
Bendungan Temef merupakan salah satu dari empat bendungan yang dibangun di NTT. Secara khusus di Kabupaten TTS, ada dua kecamatan yang sudah memanfaatkan potensi irigasi dari bendungan ini, yaitu Kecamatan Polen dan Kecamatan Oenino. Meski begitu, bendungan Temef masih dalam proses pemeliharaan hingga tahun 2027. (any)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kades-Puna-Sebut-Bendungan-Temef-Cukup-Membantu-Masyarakat.jpg)