Manggarai Barat Terkini
Masyarakat Golo Lajang, Manggarai Barat Berharap Ada Orang Baik Bantu Jembatan
Desa Golo Lajang adalah salah satu desa yang masih terisolir di Manggarai Barat, yang dijuluki sebagai jantungnya Pariwisata.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Masyarakat Desa Golo Lajang, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat berharap ada orang baik yang membantu pembangunan jembatan untuk anak-anak mereka.
Demikian disampaikan para warga yang sedang mengerjakan jembatan gantung darurat di kali Wae Songkang. Kali yang menjadi penghubung antara Desa Golo Lajang dan Desa Golo Riwu, Kecamatan Kuwus Barat.
Setiap hari para siswa-siswi di SDK Wetik dan SMP Negeri 1 Kuwus Barat yang terletak di Desa Golo Riwu harus melewati Wae Songkang.
Saat musim penghujan tiba, air kali meluap hingga 10 - 15 meter, dan merendami petak-petak sawah milik masyarakat.
Baca juga: Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa di Kuwus Dilarikan ke Puskesmas Golo Welu Manggarai Barat
Selain itu, medan jalan yang curam pun menjadi tantangan para pelajar. Jalan tanah merah yang licin, berbatu.Turunan cuman dan tanjakan yang memacu adrenalin.
Jarak dari Desa Golo Lajang ke Desa Golo Riwu sekitar delapan kilo meter, dan setiap harinya para pelajar harus berjalan kaki.
Ermelinda Damul, masyarakat Desa Golo Lajang, Senin (2/2/2026) menyampaikan kondisi tersebut sudah lama.
"Semoga ada orang baik, yang mau membantu kami bikin jembatan, supaya anak-anak kami pergi sekolah tidak lewat sungai lagi," katanya.
Selain Ermelinda, Rafael Hendrikus Remi, warga Desa Golo Lajang meminta agar wilayahnya dapat diperhatikan.
"Kami berharap, pemerintah daerah, provinsi, dan pemerintah pusat bisa memperhatikan ini. Kami sangat berharap sekali, karena selama ini hanya pemerintah Desa yang hadir," kata Rafael.
Ia mengaku, kondisi Wae Songkang ini belum pernah diperhatikan pemerintah daerah maupun DPRD dari daerah pemilihan setempat, yakni dapil 2.
Desa Golo Lajang adalah salah satu desa yang masih terisolir di Manggarai Barat, yang dijuluki sebagai jantungnya Pariwisata.
Mulai dari akses transportasi seperti jalan raya yang masih tidak layak hingga belum disentuh penerangan sejak kemerdekaan Indonesia. Masyarakat memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber penerangan.
Rata-rata masyarakat di desa ini bermata pencarian sebagai petani. Hasil komoditas di desa ini yakni cengkeh, kemiri, kopi, vanili dan lainnya.
Pantauan TribunFlores.com, saat pembangunan jembatan di Wae Songkang turut dihadiri warga Desa Golo Riwu, Kepala Desa Golo Lajang, personil Koramil 1630/03 Macang Pacar, dan personil Polsek Kuwus. (moa)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bangun-jembatan-gantung-darurat.jpg)